Jasa Marga Catat Arus Lalu Lintas Jabotabek Meningkat Saat Libur Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 11:59:38 WIB
Jasa Marga Catat Arus Lalu Lintas Jabotabek Meningkat Saat Libur Nasional

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat lebih dari 1,2 juta kendaraan keluar dan masuk wilayah Jabotabek. Data ini tercatat selama libur panjang Isra Mikraj 2026 dari Kamis pagi hingga Senin pagi pekan lalu.

Pencatatan arus lalu lintas dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas manajemen kendaraan. Monitoring ini bertujuan menjaga keselamatan pengguna jalan tol yang menuju arah timur, barat, maupun selatan Jakarta.

Volume lalu lintas meningkat sebesar 0,9% dibanding hari normal. Kenaikan ini mencerminkan mobilitas masyarakat yang tinggi pada periode libur panjang.

Mayoritas pergerakan kendaraan masih didominasi oleh arah Trans Jawa dan Bandung. Hal ini menempatkan arus menuju timur sebagai persentase terbesar dibanding arah Merak dan kawasan wisata Puncak.

“Untuk pergerakan kendaraan pada periode Isra Mikraj ini masih didominasi oleh arah Timur sebesar 45%, diikuti arah Barat sebesar 30%, dan Selatan sebesar 25%,” ujar Rivan A. Purwantono, Direktur Utama Jasa Marga, Rabu, 21 Januari 2026.

Distribusi Arus Keluar dan Puncak Perjalanan

Jumlah kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabotabek tercatat 613.589 unit. Titik puncak arus keluar terjadi pada pertengahan Januari 2026.

Meski terjadi lonjakan menuju arah timur, volume arus keluar sedikit lebih rendah dari kondisi lalu lintas harian. Distribusi arus ke wilayah Merak dan Puncak justru menunjukkan tren penurunan tipis.

Sebaliknya, arus kendaraan di Gerbang Tol Cikampek Utama dan Gerbang Tol Kalihurip Utama mengalami peningkatan cukup signifikan. Kesiapan personel lapangan menjadi kunci agar standar pelayanan tetap terjaga di semua ruas tol.

Penguatan sistem teknologi informasi menjadi fokus utama perusahaan. Hal ini mendukung keamanan dan keselamatan perjalanan selama masa libur nasional.

“Jasa Marga berkomitmen menjaga kesiapan layanan operasional di seluruh ruas tol guna memenuhi Standar Pelayanan Minimal atau SPM secara konsisten bagi masyarakat,” tambah Rivan.

Arus Balik dan Peningkatan Volume Kendaraan

Kendaraan yang kembali memasuki wilayah Jabotabek meningkat 2,52% dibanding hari normal. Arus balik dari arah timur menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan volume hingga 7,68%.

Kolaborasi lintas sektor dengan pihak terkait terus dilakukan. Pemanfaatan teknologi monitoring harian membantu petugas mengambil keputusan cepat saat terjadi kepadatan di titik rawan kemacetan.

Langkah-langkah ini memastikan kelancaran sistem manajemen lalu lintas di setiap gerbang tol masuk Jakarta. Penggunaan data real-time memungkinkan respons cepat untuk mengurangi risiko kemacetan.

Perusahaan terus berkomitmen menghadirkan infrastruktur transportasi darat yang andal. Upaya ini sekaligus memberikan pengalaman perjalanan aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Kesiapan operasional mencakup seluruh ruas tol di wilayah Jabotabek. Hal ini menegaskan pentingnya integrasi antara teknologi, personel lapangan, dan sistem manajemen lalu lintas.

Manajemen optimistis kualitas infrastruktur yang terintegrasi akan meningkatkan kepuasan pengguna jalan. Jalan tol yang lancar turut mendorong mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, dan pariwisata selama libur nasional.

Jasa Marga menekankan pentingnya perencanaan perjalanan bagi masyarakat. Dengan perencanaan yang tepat, risiko kemacetan dapat diminimalkan meskipun volume kendaraan tinggi.

Pemantauan terus-menerus dilakukan untuk memastikan arus kendaraan tetap terkendali. Hal ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pelayanan jalan tol.

Perusahaan juga memperkuat koordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan. Sinergi ini membantu menciptakan sistem transportasi darat yang aman dan efektif.

Selama periode libur panjang, seluruh prosedur dan protokol keselamatan tetap dijalankan. Penerapan standar pelayanan minimal menjadi tolok ukur keberhasilan manajemen arus kendaraan.

Melalui langkah-langkah tersebut, Jasa Marga menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama. Setiap kebijakan dan inovasi diarahkan untuk mendukung perjalanan yang lancar dan nyaman.

Monitoring arus kendaraan harian juga digunakan untuk evaluasi pasca libur nasional. Data ini menjadi acuan perbaikan layanan pada libur berikutnya.

Peningkatan volume kendaraan dari arah timur menunjukkan mobilitas masyarakat yang tinggi. Tren ini menjadi dasar untuk menyesuaikan kapasitas pelayanan di ruas tol utama.

Distribusi arus kendaraan ke arah barat dan selatan menunjukkan tren stabil. Hal ini membantu pihak Jasa Marga memprediksi kebutuhan personel dan sumber daya di titik-titik kritis.

Keseluruhan strategi ini mencerminkan upaya Jasa Marga dalam memberikan pengalaman perjalanan yang positif. Infrastruktur jalan tol yang aman dan terkelola baik menjadi nilai tambah bagi masyarakat.

Upaya berkelanjutan perusahaan juga mendukung pertumbuhan transportasi darat yang efisien di Jabodetabek. Dengan demikian, masyarakat dapat memanfaatkan jalan tol secara optimal selama periode libur panjang maupun hari biasa.

Terkini