Motor Listrik Bekas Mulai Dilirik, Pasarnya Selektif dan Harga Jadi Daya Tarik Awal 2026

Senin, 26 Januari 2026 | 08:33:29 WIB
Motor Listrik Bekas Mulai Dilirik, Pasarnya Selektif dan Harga Jadi Daya Tarik Awal 2026

JAKARTA - Perkembangan kendaraan listrik roda dua di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan. Namun, dinamika pasar motor listrik bekas justru bergerak dengan pola yang berbeda.

Saat ini, pasar motor listrik bekas masih tergolong terbatas dan berjalan secara selektif. Tidak semua konsumen langsung tertarik meski harga yang ditawarkan relatif terjangkau.

Populasi motor listrik baru yang terus bertambah belum sepenuhnya diikuti oleh perputaran unit bekas yang cepat. Kondisi ini membuat pasar motor listrik bekas memiliki karakter tersendiri.

Berbeda dengan motor bensin, motor listrik bekas belum menjadi pilihan umum masyarakat luas. Segmentasi pasarnya masih didominasi oleh konsumen dengan pemahaman khusus.

Harga memang menjadi faktor awal yang menarik perhatian calon pembeli. Namun, keputusan transaksi biasanya diambil setelah pertimbangan yang cukup matang.

Motor listrik bekas umumnya dilirik oleh konsumen yang telah memahami karakter kendaraan listrik. Mereka juga sadar akan keterbatasan yang mungkin muncul dalam penggunaan harian.

Tidak sedikit calon pembeli yang datang dengan pertanyaan detail. Fokus utama biasanya tertuju pada kondisi baterai dan sistem kelistrikan.

Kondisi ini membuat proses jual beli motor listrik bekas berjalan lebih lambat. Transaksi tidak terjadi secara impulsif seperti pada motor konvensional.

Pasar Masih Kecil Namun Punya Segmen Tersendiri

Menurut Ivan, pengelola Babay Motor, motor listrik bekas belum bisa disamakan dengan motor bensin bekas. Dari sisi perputaran pasar, perbedaannya masih cukup jauh.

Ia menyebut bahwa pembeli motor listrik bekas datang dengan pertimbangan yang sangat spesifik. Hal ini membuat volume transaksi belum bisa disebut ramai.

“Kalau dibilang ramai belum, tapi ada pasarnya sendiri. Biasanya yang cari motor listrik bekas itu konsumen yang memang sudah paham, terutama soal baterai dan pemakaian,” kata Ivan.

Pernyataan tersebut menggambarkan karakter pembeli motor listrik bekas saat ini. Pasar ini diisi oleh konsumen yang telah memiliki pengalaman atau pengetahuan sebelumnya.

Ivan menjelaskan bahwa motor listrik bekas bukan produk yang bisa dijual secara cepat. Setiap unit membutuhkan penjelasan detail sebelum dilepas ke pembeli.

Kondisi ini membuat penjual harus lebih komunikatif. Edukasi menjadi bagian penting dalam proses transaksi.

Banyak calon pembeli datang hanya untuk bertanya. Mereka tidak selalu langsung melakukan pembelian.

Pasar motor listrik bekas pun bergerak secara organik. Pertumbuhannya tidak secepat motor bensin.

Baterai Jadi Faktor Penentu Minat dan Harga

Ivan menegaskan bahwa kondisi baterai menjadi faktor utama dalam menentukan harga jual. Usia baterai sangat memengaruhi minat beli konsumen.

Motor listrik bekas dengan baterai yang masih relatif baru cenderung lebih mudah dilepas. Unit dengan pemakaian ringan juga lebih diminati.

Sebaliknya, motor dengan baterai yang sudah lama digunakan lebih sulit menarik perhatian. Kekhawatiran terhadap biaya penggantian baterai menjadi alasan utama.

Kondisi ini membuat harga motor listrik bekas sangat bervariasi. Dua unit dengan model yang sama bisa memiliki harga berbeda jauh.

Ivan menyebut bahwa transparansi kondisi baterai menjadi kunci kepercayaan. Penjual perlu menjelaskan kondisi sebenarnya kepada calon pembeli.

Tanpa informasi yang jelas, pembeli cenderung menunda keputusan. Mereka lebih memilih membandingkan dengan unit lain.

Hal senada disampaikan oleh Heru, pengelola Danu Motor. Ia menilai bahwa motor listrik bekas memiliki pola penggunaan yang cukup spesifik.

Menurut Heru, sebagian besar pembeli memanfaatkan motor listrik bekas untuk mobilitas jarak dekat. Penggunaan biasanya terbatas pada rute yang tetap.

Motor listrik bekas banyak dipakai di kawasan perumahan. Aktivitas harian seperti ke pasar atau ke tempat kerja jarak dekat menjadi tujuan utama.

Menurut Heru, selama baterai masih dalam kondisi layak, motor listrik bekas tetap menarik. Sistem kelistrikan juga harus dipastikan tidak bermasalah.

Jika kedua faktor tersebut terpenuhi, motor listrik bekas bisa menjadi alternatif ekonomis. Biaya operasional yang rendah menjadi nilai tambah.

Namun, Heru menilai calon pembeli cenderung tidak terburu-buru. Mereka lebih memilih membandingkan banyak unit sebelum bertransaksi.

Proses ini membuat keputusan pembelian memakan waktu lebih lama. Konsumen ingin memastikan unit yang dipilih benar-benar sesuai.

Daftar Harga Motor Listrik Bekas di Pasaran

Di tengah pasar yang selektif, sejumlah model motor listrik bekas mulai beredar. Harga yang ditawarkan cukup bervariasi tergantung kondisi dan tahun produksi.

Salah satu model yang tersedia adalah Smooth Zuzu produksi 2024. Unit ini ditawarkan dengan harga sekitar Rp11.500.000.

Harga tersebut mencerminkan usia kendaraan yang relatif muda. Kondisi baterai menjadi faktor utama dalam penentuan nilai jual.

Model lain yang juga beredar adalah Uwinfly T3s Pro produksi 2024. Harga yang ditawarkan berada di kisaran Rp8.500.000.

Motor ini menarik perhatian karena harganya lebih terjangkau. Namun, calon pembeli tetap mempertimbangkan kondisi unit secara menyeluruh.

Gesits G1 produksi 2020 juga masuk dalam daftar motor listrik bekas. Unit ini ditawarkan dengan harga sekitar Rp10.500.000.

Sebagai model yang lebih lama, usia baterai menjadi perhatian utama. Pembeli biasanya menanyakan riwayat pemakaian secara detail.

Yadea T9 produksi 2024 turut meramaikan pasar motor listrik bekas. Harga yang dipatok berada di angka Rp9.900.000.

Model ini cukup diminati karena masih tergolong baru. Reputasi merek juga menjadi salah satu pertimbangan konsumen.

Exotic Prime menjadi salah satu opsi dengan harga paling rendah. Unit ini ditawarkan dengan harga sekitar Rp4.550.000.

Harga yang murah membuat model ini menarik bagi pembeli pemula. Namun, pengecekan kondisi tetap menjadi langkah wajib.

Catatan Penting bagi Calon Pembeli

Harga motor listrik bekas sangat dipengaruhi oleh kondisi baterai. Semakin baik kondisi baterai, semakin tinggi nilai jualnya.

Usia pemakaian juga menjadi faktor penentu. Unit dengan usia lebih muda cenderung lebih diminati.

Kelengkapan dokumen turut memengaruhi kepercayaan pembeli. Motor dengan dokumen lengkap lebih mudah dipasarkan.

Reputasi merek juga berperan dalam menentukan minat pasar. Merek yang sudah dikenal umumnya lebih dipercaya.

Konsumen disarankan melakukan pengecekan menyeluruh sebelum membeli. Pemeriksaan tidak hanya pada fisik kendaraan.

Sistem kelistrikan harus dipastikan berfungsi normal. Komponen pendukung juga perlu dicek secara detail.

Baterai menjadi komponen paling krusial dalam motor listrik. Kondisi baterai menentukan kenyamanan dan biaya penggunaan ke depan.

Dengan pengecekan yang tepat, risiko kerugian dapat diminimalkan. Pembeli bisa mendapatkan unit sesuai dengan harga yang dibayarkan.

Pasar motor listrik bekas diperkirakan akan terus berkembang. Namun, pertumbuhannya masih berjalan secara bertahap.

Seiring meningkatnya pemahaman konsumen, minat diprediksi akan bertambah. Edukasi menjadi faktor penting dalam mendorong pasar ini.

Motor listrik bekas bisa menjadi pilihan menarik bagi segmen tertentu. Terutama bagi mereka yang memahami karakter kendaraan listrik.

Dengan pertimbangan matang, motor listrik bekas dapat menjadi solusi mobilitas yang ekonomis. Pasar ini memiliki potensi meski masih terbatas.

Terkini