Harga Mobil Listrik Bekas Kian Dilirik Konsumen, Ini Gambaran Pasar dan Daftar Terbarunya Awal 2026

Senin, 26 Januari 2026 | 08:33:34 WIB
Harga Mobil Listrik Bekas Kian Dilirik Konsumen, Ini Gambaran Pasar dan Daftar Terbarunya Awal 2026

JAKARTA - Pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia mulai menghadirkan dinamika baru di pasar otomotif nasional. Salah satu dampaknya terlihat dari mulai bergairahnya pasar mobil listrik bekas di berbagai daerah.

Seiring bertambahnya populasi mobil listrik di jalan raya, pilihan unit bekas pun semakin beragam. Kondisi ini membuka peluang bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan dengan dana lebih terbatas.

Mobil listrik bekas kini tak lagi dipandang sebagai barang langka. Minat masyarakat perlahan meningkat karena harga yang lebih terjangkau dibandingkan membeli unit baru.

Meski demikian, pasar mobil listrik bekas masih memiliki karakteristik yang berbeda dibanding mobil konvensional. Harga unit bekas terpantau cukup fluktuatif dan sangat bergantung pada sejumlah faktor penting.

Usia kendaraan menjadi salah satu penentu utama harga jual kembali. Selain itu, kondisi baterai juga menjadi perhatian utama calon pembeli.

Reputasi merek turut memengaruhi daya tarik mobil listrik bekas. Model yang sudah dikenal luas cenderung memiliki peminat lebih stabil.

Kondisi tersebut membuat konsumen menjadi lebih selektif. Pembelian mobil listrik bekas tidak lagi hanya soal harga murah.

Depresiasi Awal Jadi Sorotan Utama Pasar

Menurut Thung Andi Supriyadi, pemilik showroom Rendani Mobil, harga mobil listrik bekas saat ini cenderung mengalami penurunan cukup signifikan. Penurunan tersebut paling terasa pada tahun-tahun awal pemakaian.

Hal ini tidak terlepas dari persepsi pasar terhadap usia baterai kendaraan. Biaya perawatan jangka panjang juga menjadi pertimbangan penting bagi calon pembeli.

“Untuk mobil listrik bekas, depresiasi paling terasa di dua sampai tiga tahun pertama. Konsumen masih sangat mempertimbangkan kondisi baterai, riwayat pemakaian, serta garansi yang tersisa,” kata Andi kepada Kompas.com, Minggu, 25 Januari 2026.

Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran konsumen terhadap komponen utama mobil listrik. Baterai dianggap sebagai elemen paling krusial sekaligus paling mahal.

Andi menjelaskan bahwa unit dengan jarak tempuh rendah masih memiliki daya tarik tinggi. Terutama jika kondisi baterai dinilai sehat dan performanya stabil.

Model mobil listrik yang sudah populer di pasaran juga lebih mudah diterima. Konsumen cenderung memilih produk yang reputasinya telah terbentuk.

Di sisi lain, unit dengan riwayat pemakaian intensif biasanya mengalami penurunan harga lebih cepat. Hal ini berkaitan dengan kekhawatiran terhadap penurunan kapasitas baterai.

Pasar mobil listrik bekas pun menuntut transparansi lebih tinggi. Informasi kondisi kendaraan menjadi nilai tambah bagi penjual.

Minat Konsumen di Kota Besar Terus Meningkat

Sementara itu, Adhe, tenaga penjual di OLXmobbi, menyebut minat terhadap mobil listrik bekas terus tumbuh. Tren ini paling terlihat di kota-kota besar.

Masyarakat perkotaan mulai melihat mobil listrik bekas sebagai pilihan mobil harian. Harga yang semakin masuk akal menjadi faktor pendorong utama.

Menurut Adhe, konsumen kini lebih rasional dalam mengambil keputusan. Mereka tidak hanya terpaku pada teknologi listrik semata.

“Sekarang pembeli mobil listrik bekas sudah lebih rasional. Mereka membandingkan harga dengan mobil konvensional di kelas yang sama, sekaligus melihat efisiensi biaya operasionalnya,” ujar Adhe kepada Kompas.com.

Perbandingan biaya operasional menjadi salah satu keunggulan mobil listrik. Konsumen mempertimbangkan penghematan bahan bakar dan perawatan.

Selain itu, biaya pengisian daya yang relatif lebih murah juga menjadi nilai tambah. Faktor ini semakin relevan bagi pengguna harian di wilayah perkotaan.

Adhe menegaskan bahwa transparansi kondisi kendaraan sangat menentukan kepercayaan pasar. Informasi kesehatan baterai menjadi poin utama dalam proses penjualan.

Tanpa kejelasan kondisi baterai, mobil listrik bekas akan sulit diterima pasar. Konsumen cenderung menghindari risiko biaya penggantian baterai.

Oleh karena itu, penjual dituntut memberikan data kendaraan secara terbuka. Langkah ini dinilai mampu meningkatkan minat beli konsumen.

Daftar Harga Mobil Listrik Bekas di Pasaran

Saat ini, terdapat sejumlah model mobil listrik bekas yang beredar di pasaran. Harga yang ditawarkan cukup bervariasi tergantung spesifikasi dan tahun produksi.

Salah satu model yang banyak dicari adalah Wuling Air EV. Unit tahun 2023 tipe Short Range dibanderol sekitar Rp110.000.000.

Harga tersebut menjadikan Air EV sebagai salah satu mobil listrik bekas paling terjangkau. Model ini banyak diminati sebagai kendaraan perkotaan.

Di segmen yang lebih tinggi, Hyundai Ioniq 5 juga tersedia dalam kondisi bekas. Varian Long Range Listrik tahun 2023 dengan fitur Blue Link ditawarkan sekitar Rp420.000.000.

Ioniq 5 dikenal sebagai mobil listrik dengan desain futuristis. Daya tariknya tetap kuat meski sudah berstatus bekas.

Dari pabrikan BYD, beberapa model juga mulai masuk pasar mobil bekas. BYD M6 produksi 2024 ditawarkan dengan harga sekitar Rp329.000.000.

Selain itu, BYD Dolphin tahun 2024 dipasarkan di kisaran Rp305.000.000. Model ini menarik perhatian karena desain kompak dan efisiensi daya.

BYD Atto 3 produksi 2024 juga tersedia di pasar mobil listrik bekas. Harga unit ini berada di kisaran Rp344.000.000.

Di kategori lain, Hyundai Kona EV Signature Long Range tahun 2021 ditawarkan sekitar Rp245.000.000. Harga tersebut mencerminkan usia kendaraan dan spesifikasi yang dimiliki.

Seluruh harga tersebut bersifat indikatif. Nilai jual dapat berbeda tergantung kondisi unit masing-masing.

Catatan Penting bagi Calon Pembeli

Harga mobil listrik bekas sangat dipengaruhi oleh jarak tempuh kendaraan. Semakin rendah jarak tempuh, biasanya harga akan lebih tinggi.

Kelengkapan dokumen juga menjadi faktor penentu. Unit dengan dokumen lengkap cenderung lebih diminati.

Wilayah penjualan turut memengaruhi harga pasar. Permintaan di kota besar biasanya lebih tinggi dibanding daerah lain.

Bagi calon pembeli, pengecekan menyeluruh sangat disarankan. Terutama pada sistem kelistrikan dan kondisi baterai.

Pemeriksaan baterai menjadi langkah paling krusial sebelum transaksi. Hal ini bertujuan memastikan nilai kendaraan sesuai dengan harga yang dibayarkan.

Selain baterai, sistem kelistrikan lain juga perlu diperiksa. Komponen pendukung harus dipastikan berfungsi normal.

Dengan pertimbangan yang matang, mobil listrik bekas dapat menjadi pilihan menarik. Kendaraan ini menawarkan efisiensi sekaligus kontribusi terhadap lingkungan.

Pasar mobil listrik bekas diperkirakan akan terus berkembang. Seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik, pilihan unit bekas pun akan semakin luas.

Konsumen diharapkan semakin cermat dan kritis. Informasi yang lengkap menjadi kunci dalam memilih mobil listrik bekas yang tepat.

Terkini