JAKARTA - Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mendorong pembangunan merata. Kebutuhan investasi infrastruktur diperkirakan mencapai Rp47.587 triliun dalam lima tahun ke depan, sehingga APBN tidak bisa menjadi satu-satunya sumber pendanaan.
Kesenjangan pembangunan antara kota besar dan wilayah terpencil semakin nyata. Hal ini menuntut inovasi pembiayaan yang efektif, inklusif, dan berkelanjutan untuk memastikan semua wilayah merasakan manfaat pembangunan.
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI hadir sebagai lembaga strategis untuk mengisi celah antara kebutuhan fiskal pemerintah dan aspirasi pembangunan nasional. Lembaga ini tidak sekadar pembiayaan, tetapi juga agen transformasi yang menekankan keberlanjutan dan masa depan.
Pembiayaan Daerah: Memperluas Manfaat Pembangunan hingga ke Wilayah Terpencil
Ketimpangan pembangunan antarwilayah menjadi tantangan klasik yang memerlukan pendekatan holistik. Akses pembiayaan yang mudah menjadi kunci agar pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di perkotaan.
Hingga Triwulan III 2025, komitmen pembiayaan daerah mencapai Rp36,16 triliun. Sebagian besar dana dialokasikan untuk pembangunan jalan dan jembatan yang menghubungkan wilayah terpencil, termasuk Rp2,83 triliun untuk Kabupaten Badung, Bali.
Proyek pembangunan sembilan ruas jalan sepanjang 11,8 km ini memperkuat jalur wisata Bali sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Infrastruktur baru mempermudah mobilitas wisatawan dan memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Dalam APBN 2026, alokasi Transfer ke Daerah (TKD) direncanakan sebesar Rp693 triliun. Jumlah ini turun hampir 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp919,9 triliun, sehingga memengaruhi kapasitas belanja modal pemerintah daerah.
Penurunan TKD menegaskan relevansi peran PT SMI dalam menyediakan alternatif pembiayaan. Melalui skema pinjaman dan pembiayaan yang disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah, pembangunan tetap berjalan meski transfer pusat menyusut.
Transisi Energi dan Kepedulian Lingkungan sebagai Pilar Pembangunan Berkelanjutan
Pembangunan infrastruktur tidak bisa terlepas dari kelestarian lingkungan. PT SMI menempatkan diri di garis depan transisi energi dengan mendukung proyek energi bersih yang inovatif.
Pada Mei 2025, PT SMI menandatangani MoU dengan PLN dan HDF Energy untuk teknologi hidrogen-to-power di Pulau Sumba. Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron hadir menyaksikan proyek yang berpotensi menurunkan 711.946 tCO₂e selama 25 tahun.
Proyek ini mampu memasok listrik bersih bagi lebih dari 10.000 rumah tangga. Tak lama setelah itu, Presiden Prabowo meresmikan PLTP Ijen 110 MW yang dibiayai PT SMI sebesar USD 144,9 juta.
Proyek PLTP Ijen menghindarkan 228–838 ribu tCO₂e per tahun. Selain itu, proyek ini mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan peluang usaha baru.
Sejak 2018, PT SMI menghentikan pembiayaan PLTU batubara. Hingga Triwulan III 2025, portofolio hijau mencapai 19 persen dari total komitmen, dengan 96 proyek iklim didukung senilai Rp34,1 triliun.
Transisi energi dilengkapi dengan program TJSL untuk pemulihan ekosistem. PT SMI menanam 27.000 bibit pohon di 30 hektare lahan kritis di Jawa Barat, dengan potensi penyerapan 308 ton CO₂ per tahun.
Program ini juga memberdayakan kelompok tani lokal. Inisiatif TJSL merupakan bagian dari roadmap PT SMI menuju karbon netral 2028 dan mencakup pelatihan masyarakat serta pengembangan energi terbarukan skala kecil.
Program konservasi penyu Omah Tukik di Banyuwangi menjadi contoh dampak sosial dan lingkungan. Lebih dari 1.200 tukik dilepas setiap tahun, dengan keterlibatan lebih dari 500 warga lokal.
Inovasi Pembiayaan Infrastruktur Sosial dan Syariah Memperkuat Pembangunan Nasional
Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi pengembangan infrastruktur sosial di Indonesia. PT SMI mendukung pembiayaan Rp150 miliar kepada UGM untuk Rumah Sakit Akademik UGM.
Skema Syariah Musyarakah Mutanaqisah (MMq) digunakan untuk pembangunan gedung baru RSA UGM. Fasilitas ini akan menjadi RS Tipe A dengan 498 tempat tidur, melayani lebih dari 40.000 pasien rawat inap dan 271.000 pasien rawat jalan per tahun.
Pembiayaan ini memperkuat misi UGM dalam pendidikan kedokteran dan riset kesehatan. Proyek mendukung SDG 3, SDG 4, serta agenda nasional Making Indonesia 4.0 dan Asta Cita.
Hingga Triwulan III 2025, komitmen pembiayaan syariah PT SMI mencapai Rp17,7 triliun. Nilai outstanding lebih dari Rp11 triliun, dengan pertumbuhan rata-rata 49 persen selama empat tahun terakhir.
Transformasi PT SMI menjadi Development Finance Institution (DFI) menandai peningkatan mandat strategis. Sebagai DFI, PT SMI mampu membiayai proyek besar yang berisiko tinggi, termasuk infrastruktur dasar dan layanan sosial.
Hingga Triwulan III 2025, akumulasi komitmen pembiayaan PT SMI mencapai Rp254,27 triliun. Total nilai proyek sebesar Rp1.149 triliun, menyerap 10,7 juta tenaga kerja, dan menghasilkan dampak ekonomi Rp1.135 triliun.
PT SMI juga aktif di pasar modal domestik dan internasional. Sejak 2014, dana yang dihimpun mencapai lebih dari Rp45 triliun melalui obligasi, green bond, dan sukuk, termasuk Global Bond USD 300 juta pada 2021.
Pada November 2025, PT SMI menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III dengan permintaan investor Rp16 triliun. Dana Rp6,5 triliun dialokasikan untuk mendukung proyek infrastruktur prioritas nasional.
Dengan rating Baa2 dari Moody’s dan rekam jejak ESG global, PT SMI berada pada posisi strategis. Peran ini memungkinkan lembaga menghubungkan sumber pendanaan domestik dan internasional, menurunkan risiko proyek, serta mempercepat pembangunan berkelanjutan.
Infrastruktur yang dibangun hari ini menentukan daya saing Indonesia esok hari. Dari jalan wisata di Badung, listrik hidrogen di Sumba, panas bumi di Ijen, hingga rumah sakit akademik di Yogyakarta, semuanya menunjukkan pentingnya inovasi pembiayaan dan kolaborasi lintas sektor.
PT SMI memastikan setiap rupiah investasi menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dengan strategi tepat, teknologi inovatif, dan komitmen keberlanjutan, PT SMI menjadi pendorong utama transformasi pembangunan nasional.