Harga TBS Sawit di Sumatera Utara Naik Signifikan, Petani Dapat Keuntungan Lebih Besar

Jumat, 30 Januari 2026 | 09:38:13 WIB
Harga TBS Sawit di Sumatera Utara Naik Signifikan, Petani Dapat Keuntungan Lebih Besar

JAKARTA - Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Sumatera Utara terus menunjukkan tren kenaikan hingga pekan ini. Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan dan Peternakan, harga TBS periode 29 Januari-3 Februari 2026 untuk perusahaan bermitra dipatok Rp 3.634 per kg.

Harga ini naik dari pekan sebelumnya yang sebesar Rp 3.517 per kg, memberikan kabar baik bagi petani sawit di berbagai kabupaten. Selain TBS, harga CPO lokal dan ekspor juga mengalami kenaikan, dipatok Rp 14.766 dibanding sebelumnya Rp 14.418.

Harga kernel lokal turut naik menjadi Rp 12.265, meningkat dari Rp 11.756 pekan lalu. Lonjakan harga ini mendorong optimisme di kalangan petani, karena mereka dapat memperoleh keuntungan lebih besar dari hasil panen.

Kenaikan harga TBS tidak hanya berdampak pada keuntungan petani, tetapi juga pada distribusi dan penjualan CPO di pasar lokal maupun internasional. Dengan harga yang stabil naik, petani mulai merencanakan strategi pemupukan dan panen yang lebih terukur.

Rincian Harga TBS Berdasarkan Usia Tanaman

Harga TBS sawit berbeda-beda sesuai usia tanaman. Untuk sawit usia 3 tahun dipatok Rp 2.816 per kg, sementara usia 4 tahun mencapai Rp 3.083 per kg, memberikan panduan bagi petani muda.

Sawit usia 5 tahun dijual Rp 3.266 per kg dan usia 6 tahun mencapai Rp 3.358 per kg. Harga terus naik seiring bertambahnya usia tanaman, dengan sawit usia 10-20 tahun dipatok Rp 3.634 per kg, tertinggi saat ini.

Sawit usia 21 tahun sedikit turun menjadi Rp 3.626 per kg dan usia 22 tahun Rp 3.578 per kg. Harga untuk sawit usia 23 tahun mencapai Rp 3.543 per kg, usia 24 tahun Rp 3.425, dan usia 25 tahun Rp 3.319 per kg.

Rincian ini penting bagi petani yang ingin menentukan strategi panen berdasarkan umur pohon sawit. Dengan memahami harga tiap kelompok usia, petani dapat mengatur waktu panen agar mendapatkan keuntungan optimal.

Harga TBS Sawit di Berbagai Kabupaten

Selain berdasarkan usia, harga TBS sawit juga berbeda tiap kabupaten di Sumatera Utara. Kab. Langkat mencatat Rp 1.800 per kg, Deli Serdang Rp 1.850, dan Serdang Bedagai Rp 2.120, menunjukkan variasi harga antarwilayah.

Kab. Simalungun mencatat harga lebih tinggi Rp 2.850, sedangkan Batu Bara dan Asahan masing-masing Rp 1.800 dan Rp 1.810. Labuhanbatu Utara dipatok Rp 1.830, Labuhan Batu Rp 1.820, dan Labuhanbatu Selatan Rp 1.815 per kg.

Kab. Padanglawas Utara mencatat Rp 1.800, sedangkan Padanglawas lebih tinggi mencapai Rp 3.100 per kg. Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah masing-masing Rp 1.800 dan Rp 1.810, sedangkan Mandailing Natal mencatat Rp 3.320 per kg.

Kab. Pakpak Bharat berada di angka Rp 1.930 per kg, menandakan fluktuasi harga yang cukup signifikan. Perbedaan harga ini biasanya dipengaruhi oleh faktor kualitas TBS, akses transportasi, dan permintaan di pasar lokal maupun ekspor.

Kenaikan harga TBS sawit saat ini menjadi kabar gembira bagi petani yang selama ini mengelola kebun sawit secara tradisional maupun modern. Lonjakan harga membuat mereka dapat meningkatkan pendapatan, menabung untuk kebutuhan keluarga, atau berinvestasi kembali ke kebun.

Para petani juga memanfaatkan informasi harga resmi dari Dinas Perkebunan dan Peternakan untuk menentukan waktu terbaik menjual TBS mereka. Dengan strategi yang tepat, hasil panen bisa dijual pada harga tertinggi sesuai periode kenaikan pasar.

Selain itu, kenaikan harga TBS sawit juga mendorong optimisme para petani yang mulai beralih ke praktik pertanian berkelanjutan. Mereka mempertimbangkan pemupukan, pemangkasan, dan pengelolaan limbah sawit agar hasil tetap maksimal di masa depan.

Tren kenaikan ini juga berdampak pada industri hilir, seperti pengolahan CPO dan kernel, karena harga bahan baku ikut naik. Produsen CPO lokal maupun eksportir menyesuaikan harga jual agar tetap kompetitif di pasar global.

Bagi petani sawit, informasi harga TBS yang terus diperbarui menjadi panduan penting dalam menentukan strategi produksi dan penjualan. Dengan data ini, mereka dapat mengatur waktu panen, transportasi, dan penyimpanan agar mendapatkan hasil optimal.

Keuntungan dari kenaikan harga TBS saat ini tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memberi ruang bagi petani untuk berinvestasi pada teknologi pertanian. Misalnya, penggunaan pupuk berkualitas, peralatan panen, dan perawatan kebun agar produksi lebih stabil.

Petani yang berhasil memanfaatkan periode kenaikan harga juga bisa memperluas lahan sawit atau menanam varietas baru yang lebih produktif. Hal ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan ekonomi keluarga petani.

Dengan kenaikan harga TBS, Sumatera Utara semakin menjadi pusat perhatian produsen sawit dan investor. Stabilitas harga ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan sektor perkebunan secara berkelanjutan dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

Terkini