Puasa Ramadhan 2026 Ternyata Bisa Meningkatkan Kesehatan Mental dan Ketenangan Jiwa

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:46:57 WIB
Puasa Ramadhan 2026 Ternyata Bisa Meningkatkan Kesehatan Mental dan Ketenangan Jiwa

JAKARTA - Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga berdampak signifikan terhadap kesehatan mental. Menurut Kementerian Kesehatan, puasa yang dijalankan dengan benar membangun harmoni antara tubuh, pikiran, dan jiwa.

Manfaat Puasa untuk Kesehatan Mental

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, menjelaskan bahwa puasa memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan mental. Langkah-langkah seperti menetapkan tujuan spiritual, mindfulness, menjaga pola hidup sehat, dan berbagi dengan komunitas dianjurkan untuk hasil optimal.

Ramadhan sering menjadi momen refleksi diri, tetapi bisa memengaruhi tren gangguan jiwa. Imran menyoroti pentingnya kesadaran agar praktik puasa membawa dampak positif bagi kesehatan mental.

Data Gangguan Mental di Indonesia

Menurut Universitas Negeri Surabaya (Unesa), gangguan mental seperti kecemasan dan depresi masih tinggi di Indonesia. Sekitar 1 dari 20 remaja terdiagnosis mengalami gangguan mental, sehingga perhatian pada kesehatan mental selama puasa menjadi relevan.

Selama Ramadhan, banyak individu melaporkan penurunan gejala stres dan kecemasan. Aktivitas spiritual dan puasa diyakini menjadi faktor utama yang membantu mengurangi tekanan psikologis.

Penelitian Ilmiah Tentang Puasa dan Mental

Sebuah penelitian di MAN 2 Kota Cilegon pada 2019 menunjukkan bahwa puasa berkontribusi 98,01 persen terhadap peningkatan kesehatan mental siswa. Pengendalian diri dan peningkatan spiritualitas selama puasa membantu regulasi emosi dan meningkatkan kebahagiaan.

Studi Universitas Sirjan Azad menemukan bahwa individu yang berpuasa menunjukkan pengendalian diri lebih kuat. Hal ini membuat mereka lebih tenang menghadapi tekanan hidup dan meningkatkan kesejahteraan psikologis.

Puasa Sebagai Terapi Jiwa

Prof. Dr. Siti Nur Azizah menjelaskan bahwa puasa dapat menjadi terapi jiwa yang efektif. Puasa menjaga hormon kortisol yang berkaitan dengan stres dan meningkatkan produksi hormon endorfin, hormon yang memberikan rasa bahagia.

Ramadhan adalah waktu ideal untuk membersihkan “sampah pikiran” dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Aktivitas spiritual seperti doa dan zikir membantu menenangkan pikiran serta meningkatkan fokus pada momen saat ini.

Efek Biologis Puasa pada Otak

Penelitian menunjukkan puasa membantu metabolisme otak dan fungsi kognitif. Produksi Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF) meningkat, mendukung pertumbuhan sel otak dan mencegah penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Selain itu, puasa memicu proses autofagi, mekanisme alami tubuh membersihkan sel-sel rusak termasuk di otak. Proses ini meningkatkan ketajaman berpikir dan suasana hati yang lebih positif.

Hormon Kebahagiaan Selama Puasa

Puasa meningkatkan hormon serotonin dan endorfin, sehingga suasana hati menjadi lebih stabil dan positif. Efek ini mirip dengan sensasi yang dirasakan setelah berolahraga, di mana tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks dan bahagia.

Namun, bagi sebagian individu dengan gangguan mental berat seperti skizofrenia, puasa dapat menjadi tantangan tersendiri. Dukungan keluarga dan komunitas sangat penting agar mereka dapat menjalani Ramadhan dengan aman dan nyaman.

Strategi Mendukung Kesehatan Mental Saat Puasa

Menetapkan tujuan spiritual selama puasa membantu menjaga fokus dan motivasi. Praktik mindfulness, doa, dan berbagi pengalaman dengan komunitas juga terbukti menurunkan tingkat kecemasan dan stres.

Pola hidup sehat tetap diperlukan selama puasa, termasuk menjaga tidur, nutrisi sahur dan berbuka, serta olahraga ringan. Kombinasi ini mendukung tubuh tetap bugar sekaligus memperkuat kesejahteraan mental.

Ramadhan Sebagai Momentum Refleksi Diri

Puasa memungkinkan individu untuk melakukan introspeksi dan perbaikan diri. Dengan disiplin, pengendalian diri, dan peningkatan spiritualitas, kesehatan mental dapat meningkat secara signifikan.

Penelitian dan pengalaman praktis menunjukkan bahwa Ramadhan memberikan kesempatan langka bagi manusia untuk menyeimbangkan tubuh, pikiran, dan jiwa. Dampak ini membuat Ramadhan relevan dalam menghadapi tekanan hidup modern.

Implikasi Kesehatan Mental

Puasa Ramadhan 2026 tidak hanya ritual spiritual, tetapi juga berfungsi sebagai terapi alami bagi kesehatan mental. Kombinasi pengendalian diri, aktivitas spiritual, dan pola hidup sehat memberikan ketenangan, kebahagiaan, dan kesejahteraan psikologis yang nyata.

Individu yang mampu memanfaatkan momentum ini dapat menurunkan stres, kecemasan, dan meningkatkan kualitas hidup. Kesehatan mental yang baik selama Ramadhan juga berdampak positif pada hubungan sosial, produktivitas, dan kualitas ibadah.

Dengan memahami manfaat puasa bagi kesehatan mental, masyarakat diharapkan menjalani Ramadhan dengan lebih sadar dan penuh manfaat. Dukungan keluarga, komunitas, dan kesadaran pribadi menjadi kunci agar puasa membawa efek positif maksimal.

Terkini