BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Sejumlah Kota Besar Indonesia Akibat Bibit Siklon Tropis

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:52:44 WIB
BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Sejumlah Kota Besar Indonesia Akibat Bibit Siklon Tropis

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan ringan hingga lebat disertai kilat dan angin kencang di sejumlah kota besar pada Rabu. Peringatan ini dikeluarkan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi cuaca yang dipengaruhi bibit siklon tropis.

Daerah Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Prakirawan BMKG, Yuyun W, menjelaskan daerah konvergensi memanjang dari perairan selatan Banten hingga Jawa Tengah dan perairan barat daya Lampung hingga selatan Jawa. Kondisi ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang jalur konvergensi tersebut.

Beberapa kota yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang antara lain Jambi, Padang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Serang, Surabaya, Yogyakarta, Palangkaraya, Banjarmasin, dan Merauke. Warga di wilayah tersebut diminta waspada terhadap potensi banjir lokal dan gangguan aktivitas di luar ruangan.

Kota-Kota dengan Hujan Ringan hingga Sedang

Sementara itu, kota besar lainnya diperkirakan mengalami hujan ringan hingga sedang, seperti Medan, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Tanjung Selor, Samarinda, Denpasar, Makassar, Mamuju, Mataram, Kupang, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya. Masyarakat disarankan tetap membawa payung atau jas hujan saat beraktivitas di luar rumah.

Adapun kota-kota yang hanya mengalami kondisi berawan pada Rabu antara lain Banda Aceh, Pekanbaru, Pontianak, Palu, dan Sorong. Kondisi berawan ini memungkinkan aktivitas luar ruang tetap aman, namun potensi hujan lokal tetap perlu diwaspadai.

Kemunculan Bibit Siklon Tropis dan Dampaknya

Sebelumnya pada Selasa, 3 Maret 2026, BMKG mencatat kemunculan tiga bibit siklon tropis yang dapat memicu cuaca ekstrem di beberapa provinsi. Ketiga sistem tersebut adalah Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Banten-Jawa Barat, 93S di barat laut daratan Australia, dan 92P di Teluk Carpentaria selatan Papua Selatan.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menekankan pemantauan intensif 24 jam penuh terhadap ketiga bibit siklon ini. Masyarakat diimbau tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak tidak langsung, seperti genangan, angin kencang, dan gelombang tinggi di wilayah pesisir.

Imbauan Mengacu pada Informasi Resmi BMKG

BMKG menegaskan pentingnya merujuk pada kanal resmi mereka untuk mendapatkan informasi yang akurat. Hal ini dilakukan untuk menghindari penyebaran informasi yang tidak benar dan memastikan langkah antisipasi yang tepat bagi masyarakat.

Masyarakat juga disarankan menyiapkan perlengkapan darurat dan memantau kondisi cuaca secara rutin. Langkah ini bertujuan meminimalkan risiko kerugian akibat hujan lebat, angin kencang, dan fenomena cuaca ekstrem lainnya.

Terkini