Menteri UMKM Dorong Integrasi Usaha Kecil ke Pasar Internasional Bersama China

Kamis, 02 April 2026 | 10:58:35 WIB
Menteri UMKM Dorong Integrasi Usaha Kecil ke Pasar Internasional Bersama China

JAKARTA - Indonesia kini fokus mendorong UMKM untuk masuk ke pasar internasional, khususnya China. Menteri UMKM Maman Abdurrahman menekankan perlunya integrasi usaha kecil ke dalam rantai pasok global agar daya saing meningkat.

Forum Kerja Sama Indonesia–China 2026

Pernyataan ini disampaikan Maman saat menghadiri “Indonesia–China SME, Trade and Investment Cooperation Forum 2026” di Beijing, Rabu, 1 April 2026. Forum ini mempertemukan pelaku usaha Tiongkok dan pembuat kebijakan Indonesia untuk membahas pengembangan UMKM.

Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, turut hadir dan menekankan posisi China sebagai mitra ekonomi utama Indonesia. Forum ini diharapkan menjadi fondasi kerja sama jangka panjang yang sistematis dan terstruktur.

Dorongan Integrasi UMKM ke Rantai Pasok

Maman menjelaskan bahwa UMKM perlu masuk ke ekosistem industri terstruktur melalui kemitraan strategis. Dengan penguatan klaster berbasis sektor, UMKM dapat meningkatkan skala usaha, efisiensi, dan daya saing berkelanjutan.

Kolaborasi investasi dan transfer teknologi juga menjadi bagian penting untuk modernisasi UMKM. Dukungan ini mencakup teknologi, pembiayaan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar UMKM mampu bersaing di pasar internasional.

Pengembangan Investasi dan Hilirisasi Industri

Indonesia membuka peluang investasi di sektor manufaktur, industri pengolahan, mesin produksi, teknologi digital, dan manufaktur cerdas. Program ini juga memperkuat hilirisasi industri UMKM, sehingga produk lokal bisa memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Maman menekankan perlunya penguatan kebijakan dan kolaborasi kelembagaan. Pengembangan program kolaboratif yang terukur dan berdampak menjadi kunci agar UMKM bisa tumbuh secara berkelanjutan.

Peran UMKM dalam Ekonomi Nasional dan Regional

Saat ini jumlah UMKM di Indonesia mencapai 65,5 juta unit usaha dan menyumbang 61,9 persen dari PDB. UMKM juga menyerap lebih dari 119 juta tenaga kerja, sekitar 97 persen dari total tenaga kerja nasional.

Di sisi lain, total UKM di China pada akhir 2024 tercatat lebih dari 60 juta dengan pendapatan mencapai 81 triliun yuan. Dari jumlah tersebut, sekitar 600.000 UKM fokus pada inovasi teknologi dan 14.600 di antaranya menjadi “raksasa kecil” di sektor tertentu.

Peluang dan Tantangan Kolaborasi Indonesia–China

Maman meyakini integrasi UMKM ke dalam jaringan produksi regional akan meningkatkan efisiensi dan kapasitas ekspor. Kemitraan strategis Indonesia–China dipandang mampu memperkuat stabilitas ekonomi kawasan.

Dubes Djauhari menambahkan bahwa perdagangan bilateral mendekati 168 miliar dolar AS, menjadikan China mitra dagang terbesar Indonesia. Ia juga menekankan peluang investasi besar dengan populasi Indonesia yang mencapai 280 juta orang dan ekonomi terbesar di ASEAN.

Transformasi Geoekonomi dan Strategi Regional

Maman menyoroti pentingnya menyesuaikan UMKM dengan dinamika ekonomi global dan disrupsi teknologi. Forum ini menjadi kesempatan untuk memastikan UMKM Indonesia lebih adaptif terhadap perubahan rantai pasok global.

Dubes Djauhari menekankan transformasi geoekonomi bergerak menuju kawasan Asia. Hubungan baik antara Indonesia, China, dan ASEAN dipandang penting agar kawasan ini tetap memimpin perubahan ekonomi global di masa depan.

Fokus pada Digitalisasi dan Kapasitas SDM

Modernisasi UMKM tidak hanya soal produk, tetapi juga meliputi digitalisasi dan peningkatan kapasitas SDM. Akses pembiayaan dan pasar internasional menjadi kunci agar UMKM dapat memperluas jangkauan dan mempertahankan daya saing.

Transformasi ini diharapkan mendorong UMKM Indonesia menjadi bagian dari rantai pasok global. Sinergi antara kebijakan pemerintah dan kolaborasi internasional dianggap mampu membuka peluang baru untuk pertumbuhan ekonomi.

Strategi Hilirisasi dan Teknologi Inovatif

Hilirisasi industri menjadi strategi utama agar UMKM dapat menghasilkan produk dengan nilai tambah. Dukungan teknologi dan investasi diharapkan mempercepat modernisasi serta meningkatkan kualitas produk UMKM Indonesia.

Kolaborasi dengan China juga memungkinkan pertukaran teknologi dan inovasi, yang dapat membantu UMKM meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi. Ini menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem industri yang kompetitif secara global.

Peluang Investasi dan Ekspansi Pasar

Indonesia menawarkan peluang investasi di berbagai sektor strategis bagi pengusaha China. Kombinasi jumlah penduduk, potensi pasar, dan pertumbuhan ekonomi membuat Indonesia menjadi tujuan menarik bagi investor internasional.

Integrasi UMKM ke dalam rantai pasok global akan membuka akses pasar baru, termasuk di Asia dan kawasan lainnya. Hal ini diharapkan memperkuat posisi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

UMKM sebagai Motor Ekonomi dan Kolaborasi Internasional

UMKM Indonesia memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Melalui integrasi dengan pasar global dan kolaborasi internasional, UMKM dapat meningkatkan kapasitas, inovasi, dan kontribusi terhadap perekonomian.

Forum Indonesia–China 2026 menjadi bukti komitmen kedua negara dalam memperkuat hubungan ekonomi. Kolaborasi ini membuka peluang baru bagi UMKM untuk bertransformasi dan berpartisipasi aktif dalam rantai pasok global.

Terkini