BRIN Kembangkan Material Inovatif untuk Produksi Hidrogen Bersih

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:20:31 WIB
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan komposit NiFe-LDH/Ag?PO? [FOTO : NET].

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah meriset komposit NiFe-LDH/Ag?PO? sebagai bahan inovatif guna mengoptimalkan produksi hidrogen dan oksigen bersih lewat metode pemisahan air (water splitting).

Peneliti Pusat Riset Katalisis BRIN, Yusuf Mathiinul Hakim dalam keterangan di Jakarta, Minggu, memaparkan bahwa hidrogen menjadi salah satu opsi energi bersih yang krusial dalam menopang transisi menuju energi berkelanjutan.

"Material NiFe-LDH telah banyak dikembangkan sebagai katalis berbasis logam transisi karena memiliki biaya produksi relatif rendah dan aktivitas elektrokimia yang baik," katanya.

Walaupun demikian, Yusuf menyampaikan bahwa hambatan konduktivitas masih menjadi kendala dalam memperbaiki kinerja material tersebut pada reaksi evolusi hidrogen.

Guna mencari solusi atas persoalan itu, ia beserta timnya merancang komposit berbasis heterostruktur dengan menggabungkan NiFe-LDH dan Ag?PO? yang difungsikan sebagai semikonduktor pendukung.

"Pendekatan ini diharapkan mampu memodulasi struktur elektronik serta memperkuat interaksi antarfasa pada komposit dengan menggunakan X-ray Diffraction (XRD) dan Raman Spectroscopy," ujarnya.

Ditinjau dari performa elektrokimia, Yusuf menuturkan bahwa komposit NiFe-LDH/Ag?PO? mempunyai nilai electrochemical surface area (ECSA) yang jauh lebih besar ketimbang material penyusunnya.

 Dalam pengujian Linear Sweep Voltammetry (LSV), komposit NiFe/AP mencatatkan overpotential terkecil sebesar 156,6 mV, lebih rendah dibandingkan NiFe murni atau Ag?PO? tunggal.

Secara menyeluruh, studi ini mengonfirmasi bahwa rekayasa heterostruktur NiFe-LDH/Ag?PO? manjur dalam meningkatkan aktivitas elektrokatalitik untuk proses pemisahan air.

Temuan tersebut membuka potensi lebar bagi komposit ini sebagai kandidat material untuk menghasilkan hidrogen dengan cara yang lebih efisien dan berkelanjutan.

"Peningkatan ECSA ini menunjukkan pembentukan heterostruktur mampu menyediakan lebih banyak situs aktif untuk reaksi," ucap Yusuf Mathiinul Hakim.

Terkini