LRT Jabodebek Tambah Frekuensi Perjalanan Saat Jam Sibuk

Senin, 15 Juni 2026 | 00:41:31 WIB
PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan penyesuaian jadwal perjalanan LRT [FOTO : NET].

JAKARTA -  PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerapkan pembenahan jadwal operasional LRT Jabodebek pada jam sibuk yang mulai berlaku pada hari ini, Senin (15/6/2026).

Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika mengutarakan, langkah tersebut diambil demi mengakomodasi tingginya pergerakan mobilitas warga pengguna moda transportasi massal di area Jabodebek. 

Penyesuaian ditempuh lewat penambahan frekuensi perjalanan pada waktu pagi di hari kerja (weekday), sehingga menghadirkan fleksibilitas waktu perjalanan bagi para komuter LRT Jabodebek dalam beraktivitas harian secara lebih nyaman sekaligus efisien.

"Untuk meningkatkan kenyamanan pengguna LRT jabodebek pada pagi hari yang sangat padat, KAI melakukan penyesuaian jadwal perjalanan LRT Jabodebek dengan menambah frekuensi perjalanan pada pagi hari,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (15/6/2026).

Langkah pembenahan ini resmi diaplikasikan sesudah sebelumnya dilangsungkan evaluasi terhadap operasional kereta luar biasa (KLB) uji coba penambahan frekuensi perjalanan pada jam padat pagi hari sejak Senin (8/6/2026) hingga Jumat (12/6/2026). 

Lewat penyesuaian dimaksud, LRT Jabodebek tetap menggulirkan sebanyak 430 total perjalanan pada setiap hari kerja. 

Kebijakan ini merupakan bagian dari ikhtiar KAI dalam menyajikan pelayanan transportasi perkotaan yang selamat, aman, nyaman, dan tanggap atas kebutuhan mobilitas publik.

Menilik pergerakan tren total pengguna, jumlahnya sempat menyentuh rekor tertinggi pada tanggal 26 Mei 2026 yang menembus angka 129.692 orang. 

Menilik data, rata-rata harian penumpang LRT Jabodebek sepanjang periode Januari sampai April 2026 memperlihatkan bahwa puncak kepadatan tertinggi terjadi pada pukul 06.00–09.00 WIB.

Pada rentang waktu tersebut, Stasiun Harjamukti memegang posisi sebagai titik keberangkatan dengan angka pengguna tertinggi di jam berangkat kerja, yakni menyentuh rata-rata 6.224 penumpang per hari. 

Dari stasiun pemberangkatan itu, pergerakan penumpang mayoritas tertuju ke area pusat kegiatan ekonomi serta perkantoran di Jakarta.

Stasiun Kuningan menjadi lokasi tujuan dengan angka penumpang tertinggi yang menyentuh 8.976 pengguna per hari. 

Posisi berikutnya disusul oleh Stasiun Pancoran sejumlah 7.166 pengguna per hari, Stasiun Dukuh Atas sebanyak 6.587 pengguna per hari, Stasiun Rasuna Said sebanyak 4.611 pengguna per hari, serta Stasiun Setiabudi di angka 4.532 pengguna per hari.

Adapun rincian penambahan armada KA dan penyesuaian jadwal perjalanan LRT pada jam sibuk pagi hari adalah sebagai berikut:

Jati Mulya – Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia

Pukul 06.51 WIB

Pukul 06.59 WIB

Pukul 07.08 WIB

Pukul 07.11 WIB (KA tambahan)

Pukul 07.16 WIB

Pukul 07.24 WIB

Dan seterusnya.

Harjamukti – Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia

Pukul 07.14 WIB

Pukul 07.22 WIB

Pukul 07.26 WIB (KA tambahan)

Pukul 07.30 WIB

Pukul 07.38 WIB

Dan seterusnya.

Penambahan kuantitas perjalanan di pagi hari ini dilakukan dengan menyelaraskan pola operasional perjalanan yang memicu perubahan jadwal perjalanan di malam hari. 

Adapun penyesuaian operasional LRT pada malam hari berganti menjadi sebagai berikut:

Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia – Jati Mulya

Pukul 21.56 WIB

Pukul 22.11 WIB (perubahan jadwal)

Pukul 22.24 WIB (perubahan jadwal)

Pukul 22.36 WIB (perubahan jadwal)

Pukul 22.56 WIB.

Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia – Harjamukti

Pukul 22.02 WIB

Pukul 22.17 WIB (perubahan jadwal)

Pukul 22.32 WIB (perubahan jadwal)

Pukul 22.42 WIB (perubahan jadwal)

Pukul 23.02 WIB.

Di luar dari jadwal yang telah dipaparkan di atas, waktu operasional perjalanan LRT Jabodebek terpantau masih sama seperti ketentuan sebelumnya.

Terkini