Kemnaker Buka Pendaftaran Magang Jepang, Simak Estimasi Gajinya

Senin, 15 Juni 2026 | 00:59:02 WIB
Pendaftaran jalur resmi program magang di Jepang kembali dibuka [FOTO : NET].

JAKARTA - Pintu pendaftaran lewat jalur resmi untuk program pemagangan di negara Jepang kembali dibuka. Perhatikan perincian pendapatan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang menempuh magang di Jepang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali menggulirkan pendaftaran Program Pemagangan Jepang serta Pelatihan Kaigo melewati platform Skillhub yang terintegrasi dalam ekosistem SIAPkerja. 

Agenda ini digandeng sebagai bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mendongkrak keahlian tenaga kerja Indonesia sekaligus mematangkan kesiapan sumber daya manusia untuk mengisi peluang kerja di Jepang.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, memaparkan bahwa kedua program tersebut diformulasikan guna mempersenjatai para peserta dengan keahlian teknis, penguasaan bahasa Jepang, beserta etos kerja yang selaras dengan standar industri global.

"Kesempatan kerja global harus diimbangi dengan kesiapan kompetensi yang memadai. Karena itu, Kemnaker terus memperkuat pelatihan vokasi dan pemagangan agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing dan beradaptasi di lingkungan kerja internasional, termasuk di Jepang," ujar Darmawansyah.

Program Pemagangan Jepang 2026

Lewat Program Pemagangan Jepang, para peserta bakal menempuh aneka fase pelatihan sebelum akhirnya bertolak menuju Jepang. Fase pelatihan tersebut merangkum:

Pendalaman materi bahasa Jepang

Penanaman etos serta kultur dunia kerja Jepang

Asah keterampilan teknis yang selaras dengan kebutuhan industri

Pembekalan mental dan kesiapan kerja internasional

Pascamenuntaskan masa pelatihan, peserta mengantongi kans untuk menyerap pengalaman kerja secara langsung pada bermacam korporasi di Jepang. 

Program ini pun bertindak selaku salah satu akses bagi pekerja Indonesia dalam menaikkan kompetensi sekaligus memperluas rekam jejak kerja di ranah global.

Rekrutmen Dilangsungkan di Berbagai Wilayah

Pihak Kemnaker menerangkan bahwa proses penjaringan dijalankan secara berjenjang lewat kerja sama dengan aneka lembaga pelatihan serta instansi ketenagakerjaan. Calon peserta bisa menempuh tahapan seleksi melewati:

Dinas Ketenagakerjaan di tingkat Provinsi

Dinas Ketenagakerjaan di tingkat Kabupaten/Kota

Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP)

Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP)

Melalui penerapan skema dimaksud, akses pengajuan pendaftaran diproyeksikan sanggup menyentuh lebih banyak calon peserta dari bermacam pelosok daerah di Indonesia.

Pelatihan Kaigo untuk Sektor Perawatan Lansia

Di samping program magang reguler, Kemnaker pun memfasilitasi Pelatihan Kaigo peruntukan para pencari kerja yang berminat menitik karier di sektor pemeliharaan lansia. Agenda pelatihan ini bergulir sepanjang enam bulan dengan cakupan materi:

Kursus bahasa Jepang

Kualifikasi kecakapan caregiver selaras standar Jepang

Pembekalan teknis layanan perawatan lansia

Pemantapan kesiapan kerja pada sektor kesehatan dan sosial

Sektor Kaigo berkedudukan sebagai salah satu lini yang menjanjikan prospek cerah lantaran Jepang tengah menghadapi tren pembengkakan jumlah penduduk usia tua dan memerlukan suplai tenaga pengasuh dalam skala besar.

Peluang Karier di Jepang Kian Lebar

Merujuk keterangan Kemnaker, volume kebutuhan tenaga kerja pada sektor Kaigo konsisten merangkak naik tiap tahunnya. 

Oleh sebab itu, pemerintah berikhtiar mematangkan kesiapan tenaga kerja domestik agar mengantongi kapabilitas serta sertifikasi yang sinkron dengan keperluan industri Jepang.

"Bidang Kaigo menawarkan prospek yang menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan tenaga perawatan lansia di Jepang. Kami ingin menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan mampu bersaing pada sektor tersebut," kata Darmawansyah.

Waspadai Ajakan Kerja Instan

Pihak Kemnaker turut mengimbau publik agar senantiasa jeli dan waspada atas iming-iming kerja ke luar negeri yang menyimpang dari prosedur resmi. 

Seluruh rangkaian penyaringan dan rekrutmen untuk Program Pemagangan Jepang maupun Pelatihan Kaigo digerakkan utuh memakai mekanisme formal kepunyaan pemerintah. 

Warga diharapkan sekadar memercayai sebaran informasi yang bersumber dari kanal resmi Kemnaker beserta jajaran mitra yang ditunjuk.

Tata Cara Mengajukan Pendaftaran

Keterangan menyangkut kriteria, agenda penyeleksian, hingga alur pendaftaran Program Pemagangan Jepang dapat dipantau melewati:

Portal resmi kepunyaan Program Pemagangan Jepang

Platform SIAPkerja milik Kemnaker

Laman Skillhub milik Kemnaker

Para calon peserta pun dapat mengunduh berkas kelengkapan administrasi yang dipersyaratkan sebelum melangkah ke proses pengujian.

Sarana Mengasah Kompetensi dan Jam Terbang Global

Program Pemagangan Jepang serta Pelatihan Kaigo menjadi jembatan emas bagi warga yang bertekad menaikkan derajat keahlian sekaligus meraup jam terbang kerja internasional. 

Tidak sebatas memperoleh bimbingan teknis dan bahasa, peserta pun berkesempatan menyerap budaya kerja Jepang yang lekat dengan nilai disiplin serta profesionalitas. 

Beriringan dengan memuncaknya serapan tenaga kerja di Jepang, kedua program ini dapat dimanfaatkan selaku jalur strategis bagi pekerja Indonesia dalam mengepakkan karier di pasar kerja internasional.

Estimasi Pendapatan Magang di Jepang 2026

Melansir situs resmi Minori selaku korporasi penyalur peserta magang, kisaran gaji magang di Jepang untuk program TITP/Kenshuusei berada di rentang ¥100.000 hingga ¥180.000 (setara Rp10,5 juta – Rp19 juta) per bulannya. 

Pascapemotongan komponen pajak, asuransi, beserta uang sewa asrama, jumlah Take Home Pay bersih yang dikantongi peserta berada di kisaran ¥80.000 hingga ¥120.000 (setara Rp8,5 juta – Rp12,7 juta) tiap bulan.

Berikut data estimasi lengkapnya:

Estimasi Gaji Berdasarkan Sektor Kerja (Per Bulan):

Sektor Konstruksi: ¥150.000 – ¥200.000 (setara Rp15,9 juta – Rp21,2 juta)

Sektor Manufaktur / Pabrik: ¥120.000 – ¥160.000 (setara Rp12,7 juta – Rp17 juta)

Sektor Pertanian: ¥100.000 – ¥130.000 (setara Rp10,5 juta – Rp13,8 juta)

Sektor Caregiver / Perawat: ¥120.000 – ¥180.000 (setara Rp12,7 juta – Rp19 juta)

Sebagai catatan, kalkulasi upah dihitung bersandar pada ketentuan upah minimum regional (UMR) prefektur setempat dan dapat bertambah apabila peserta melakoni jam lembur (Zangyou). Dari nominal pendapatan kotor, penghasilan peserta magang bakal dipotong secara rutin tiap bulan untuk keperluan:

Pajak Penghasilan (Shotokuzei)

Asuransi Kesehatan & Jaminan Pensiun (Kenko Hoken / Nenkin)

Biaya sewa tempat tinggal atau asrama

Tagihan akomodasi utilitas (seperti listrik, air, gas) beserta jaringan internet

Terkini