JAKARTA - PT Supra Primatama Nusantara (Biznet) terus konsisten menjaga mutu dan layanan dalam menghadapi pelemahan daya beli masyarakat, yang mana strategi itu diklaim sukses memicu peningkatan jumlah pengguna pada kuartal II/2026.
Tekanan ekonomi makro yang memengaruhi pergeseran pola konsumsi tidak menghambat laju ekspansi penyedia layanan internet broadband perumahan ini.
Di tengah kondisi tersebut, Biznet justru mencatatkan performa operasional yang kokoh lewat perpaduan stabilitas jaringan serta fleksibilitas harga yang adaptif di berbagai wilayah.
Senior Manager Marketing Biznet Adrianto Sulistyo memaparkan bahwa dinamika pasar saat ini tidak menyurutkan tren ekspansi korporasi.
Manajemen mencatat aktivitas digital masyarakat yang tetap tinggi menjadi penopang utama kinerja perseroan pada paruh pertama tahun ini.
Bisnis internet rumah Biznet diklaim mengalami pertumbuhan. Sayangnya, perusahaan tidak menyebutkan detail pertumbuhan tersebut.
“Kami melihat masih ada pertumbuhan di kuartal II/2026 ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” kata Adrianto kepada Bisnis, Selasa (16/6/2026).
Diketahui, pada 2026 Biznet membidik pertumbuhan 30% dibandingkan dengan 2025. Adapun pada 2025, perusahaan memiliki total mendekati 900.000 pelanggan.
Adrianto mengimbuhkan, faktor penentu keputusan konsumen saat ini sangat bergantung pada keseimbangan antara harga dan mutu layanan.
Untuk mengantisipasi penurunan daya beli di wilayah luar pusat ekonomi utama, perusahaan menerapkan strategi tarif wilayah khusus pada segmentasi ritel perumahan.
“Bahkan di beberapa kota kedua dan ketiga, harga untuk layanan perumahan kami, Biznet Home, kami buat lebih terjangkau mengikuti daya beli di kota-kota tersebut,” kata Adrianto.
Kebijakan penyesuaian tarif lokal ini dipastikan tidak mengurangi keandalan koneksi yang diterima konsumen.
Seluruh perangkat dan sistem distribusi data didukung oleh infrastruktur andal serta teknologi canggih dan modern, yang membuat layanan internet selalu stabil di segala kondisi.
Sepanjang tahun berjalan, strategi korporasi tidak hanya bertumpu pada perluasan wilayah, melainkan juga pada peningkatan nilai tambah produk.
Biznet memanfaatkan infrastruktur digital yang telah dibangun untuk meningkatkan bandwidth 30% lebih besar per awal tahun 2026. Langkah ini diharapkan dapat terus menjawab kebutuhan digital masyarakat yang semakin meningkat.
Secara jangka panjang, peningkatan kapasitas ini sejalan dengan target mendorong standar bandwidth minimum internet di Indonesia ke level 100 Mbps demi memacu produktivitas pengguna.
Strategi ini menjadi fondasi kuat perseroan dalam membidik pertumbuhan jumlah pelanggan agresif hingga hampir 30% pada tahun 2026.
Melalui kesiapan kapasitas data yang besar dan kebijakan harga yang ramah pada kantong konsumen di kota lapis kedua dan ketiga, Biznet optimistis momentum pertumbuhan bisnis kuartal II akan terus berlanjut hingga akhir tahun.