Menhut Luncurkan DSS Jaga Rimba Guna Permudah Tata Kelola Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:40:31 WIB
Atur Tata Kelola Hutan Berbasis Data, Menhut Rilis DSS Jaga Rimba [FOTO : NET].

JAKARTA - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meluncurkan aplikasi Decision Support System (DSS) Jaga Rimba guna melancarkan manajemen pengelolaan hutan Indonesia yang berbasis data.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menuturkan bahwa aplikasi tersebut menjadi wujud inisiatif transformasi digital dari internal kementerian serta direktorat jenderal demi menciptakan "one man policy" atau kebijakan satu orang atas kerumitan tata kelola kehutanan Indonesia yang membutuhkan keterbukaan informasi secara cepat, akurat, transparan, dan akuntabel.

“Jadi ide ini sederhana, namun saya kira memiliki urgensi historis untuk memperbaiki kinerja kita, Jadi DSS ini sederhana, tidak hanya sekedar aplikasi, kita coba membenahi cara berpikir kita. Kita tidak boleh lagi ego sektoral,” kata Raja Antoni dalam acara peluncuran DSS Jaga Rimba di Jakarta, Rabu.

Raja Antoni membeberkan sebelumnya Kementerian Kehutanan mempunyai hingga 300 aplikasi yang dioperasikan oleh masing-masing direktorat jenderal guna keperluan administrasi penataan kehutanan, termasuk perizinan pemanfaatan lahan.

Lewat kehadiran DSS Jaga Rimba, diharapkan tiap informasi telah menyatu menjadi satu aplikasi tunggal yang dapat diawasi langsung oleh menteri sekaligus dibuka oleh seluruh unit direktorat terkait.

Raja Antoni pun menaruh harapan agar platform tersebut sanggup melakukan improvisasi serta pembenahan besar atas kebijakan manajemen hutan, dan tidak dijumpai lagi persoalan tumpang tindih pemanfaatan lahan tanpa izin, sehingga kawasan hutan Indonesia yang bertindak selaku rumah bagi kehidupan bangsa bisa tetap terawat.

“Harapannya DSS ini kita bisa memberikan pihak luar kemudahan berusaha, agar lebih mudah, lebih nyaman, investasi masuk lebih terukur, perizinan disederhanakan waktunya, lebih akuntabel, tidak ada masalah di kemudian hari,” harap Raja Juli.

Langkah inisiatif tersebut sejalan dengan realisasi pembangunan Asta Citra Presiden 2025-2029, khususnya pada sektor penguatan pemerintahan digital, perluasan "smart government", serta implementasi sistem pemerintahan yang berbasis elektronik.

DSS Jaga Rimba bakal menyajikan data berwujud informasi geospasial yang menyatukan seluruh informasi dari seluruh sektor kementerian beserta sembilan direktorat jenderal, yang dapat dijadikan sebagai pijakan dalam perumusan kebijakan dan vonis keputusan.

Sistem tersebut dibekali oleh bermacam fitur, di antaranya pengawasan proses perizinan, analisis aturan dan regulasi untuk mendeteksi indikasi tumpang tindih izin, pengawasan pengelolaan hutan, hingga sistem peringatan dini (early warning system) untuk mendeteksi pengurangan vegetasi serta dinamika perubahan tutupan hutan secara lebih awal yang diperbarui saban dua minggu.

DSS Jaga Rimba pun menyuguhkan analisis pemantauan peristiwa kebakaran hutan secara langsung (real time) agar tindakan pengawasan serta penyelesaian kendala dapat dijalankan secara lebih kilat.

Terkini