Aktivitas Semeru Naik, BPBD Lumajang Minta Warga Tetap Waspada

Jumat, 19 Juni 2026 | 19:53:32 WIB
Semeru Erupsi, BPBD Lumajang Imbau Warga Tidak Panik [FOTO : NET].

JAAKARTA - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Isnugroho, menyatakan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan seiring meningkatnya aktivitas Gunung Semeru. 

Meski demikian, warga diimbau untuk tidak panik dan diminta mematuhi seluruh rekomendasi yang telah ditetapkan demi keamanan bersama.

"Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan PVMBG, pemerintah desa, relawan kebencanaan, serta berbagai pihak terkait, guna memastikan perkembangan aktivitas Gunung Semeru dapat dipantau secara berkelanjutan," kata Isnugroho di Lumajang, Jumat.

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi Gunung Semeru terpantau pada Jumat pukul 07.21 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter ke arah utara dan barat laut. 

Selain itu, terjadi luncuran awan panas guguran menuju Besuk Kobokan sejauh 4,5 kilometer yang dipantau ketat oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru.

"Masyarakat tidak perlu panik maupun gelisah. Yang terpenting adalah tetap mengikuti informasi resmi dan mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama," tuturnya.

Ia menekankan bahwa informasi resmi dari lembaga berwenang sangat krusial bagi warga untuk memahami kondisi terkini dan menentukan langkah antisipasi. 

Saat ini, Gunung Semeru masih berada di Level III (Siaga), namun kondisi berbahaya hanya terbatas pada kawasan tertentu.

Masyarakat di luar zona rawan tetap diizinkan beraktivitas seperti biasa. Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dalam mengurangi risiko bencana agar aktivitas warga tetap berjalan aman.

PVMBG merekomendasikan larangan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam jarak 13 kilometer dari puncak. 

Selain itu, warga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena ancaman awan panas dan aliran lahar, serta dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru.

"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar," ujarnya.

Terkini