CORE: Jaringan Irigasi Jadi Kunci Jaga Produksi Pangan Hadapi El Nino

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:26:01 WIB
Hadapi El Nino, CORE Tekankan Pentingnya Revitalisasi Jaringan Irigasi [FOTO : NET].

JAKARTA - Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Eliza Mardian, menilai bahwa penguatan infrastruktur air, khususnya jaringan irigasi, merupakan faktor penentu dalam menjaga produksi pangan nasional di tengah potensi fenomena iklim El Nino.

Menurutnya, berbagai langkah pemerintah seperti pompanisasi, pembangunan embung, sumur dalam, optimasi lahan, dan cetak sawah memang mampu membantu mengurangi dampak kekeringan, namun tetap membutuhkan sistem irigasi yang andal.

"Intervensi ini sebenarnya cukup efektif sebagai buffer untuk kemarau moderat hingga sedang, tapi kurang memadai secara mandiri untuk skenario El Nino kuat,” kata Eliza kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Ia menekankan bahwa kekeringan adalah kondisi defisit air pada fase kritis tanaman, sehingga ketersediaan air menjadi faktor kunci keberhasilan produksi. 

Eliza mengingatkan bahwa perbaikan irigasi tidak boleh hanya berfokus pada jaringan tersier, tetapi juga harus menyentuh sisi hulu, mengingat masih terjadinya pendangkalan pada saluran irigasi primer, sekunder, bendung, serta waduk akibat akumulasi sedimen.

Revitalisasi ini menghadapi tantangan biaya besar dan koordinasi lintas sektor. "Irigasi ini kunci, tapi sekarang sekitar 60 persen jaringan irigasi masih masuk dalam kategori rusak," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa rehabilitasi jaringan tersier akan memiliki dampak terbatas jika masalah di hulu tidak ditangani secara menyeluruh. 

Sementara itu, terkait solusi suplemen air, ia menyatakan: “Pompanisasi, embung, dan sumur dalam cukup efektif sebagai suplemen air di daerah kritis,” ucapnya.

Menurut Eliza, investasi infrastruktur air memberikan dampak jangka panjang yang lebih baik bagi produktivitas dan pendapatan petani daripada subsidi input yang bersifat jangka pendek.

"Tanpa air yang cukup dan tepat waktu, benih unggul, pupuk, atau pola tanam pun berpotensi tidak bekerja secara optimal," ungkapnya.

Di sisi lain, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa pemerintah telah memperkuat infrastruktur melalui pembangunan embung, pompanisasi, sumur dalam, hingga cetak sawah baru.

 Pemerintah menargetkan pembangunan 15.000 unit irigasi perpompaan, 3.000 unit irigasi perpipaan, dan 3.000 unit bangunan konservasi air di wilayah sentra padi. 

Selain infrastruktur, pemerintah terus menjaga stabilitas pangan dengan cadangan beras nasional yang saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton.

Terkini