Kemdiktisaintek Buka Program Beasiswa Doktor untuk Dosen Indonesia

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:25:31 WIB
Tingkatkan Kualitas Dosen, Kemdiktisaintek Buka Beasiswa S3 Tahun 2026 [FOTO : NET].

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kini mendorong peningkatan kualifikasi akademik dosen melalui program Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (BPDDI) Tahun 2026.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam keterangan di Jakarta, Minggu, menegaskan bahwa dosen merupakan aset terbesar pendidikan tinggi yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, riset, serta inovasi nasional.

"Dosen adalah aset terbesar dari pendidikan tinggi dan tentu kami berharap dosen tidak perlu menunggu lama bisa langsung segera kuliah," kata Mendiktisaintek Brian Yuliarto.

Mendiktisaintek menuturkan saat ini berbagai perguruan tinggi di Indonesia telah memiliki program doktor dengan fasilitas yang semakin baik dan lengkap. 

Oleh sebab itu, Mendiktisaintek mengajak para dosen untuk memanfaatkan kesempatan beasiswa dari pemerintah guna meningkatkan kompetensi akademik sekaligus memperkuat kapasitas riset nasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek, Sandro Mihradi, melaporkan bahwa BPDDI yang dimulai pada 2025 telah dirasakan manfaatnya oleh 1.269 dosen di seluruh Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa BPDDI merupakan instrumen strategis Kemdiktisaintek dalam meningkatkan kualifikasi akademik dosen sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia pendidikan tinggi Indonesia. 

Program ini bertujuan memberikan akses pembiayaan studi doktor serta meningkatkan jumlah dosen bergelar doktor sebagai landasan penguatan pendidikan tinggi nasional.

"Harapannya ini dapat memberikan dampak untuk meningkatkan kapasitas riset, teknologi, dan sains serta mendorong inovasi dan hilirisasi," ujar Sandro.

Pada 2026, BPDDI kembali dibuka bagi dosen tetap perguruan tinggi di bawah koordinasi Kemdiktisaintek yang ingin melanjutkan studi doktor. 

Program yang didanai melalui APBN ini dirancang untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta daya saing perguruan tinggi Indonesia.

BPDDI 2026 terdiri dari dua skema utama. Pertama, skema reguler bagi dosen yang menempuh studi doktor dalam negeri, baik mahasiswa baru maupun mahasiswa on-going (maksimal semester tiga). 

Kedua, skema joint degree atau dual degree melalui kerja sama perguruan tinggi dalam dan luar negeri dengan pendanaan maksimal empat tahun.

Selain biaya pendidikan, BPDDI menyediakan dukungan komprehensif seperti biaya pendaftaran, bantuan penelitian/disertasi, insentif publikasi internasional, biaya hidup, transportasi, asuransi, hingga biaya darurat. 

Kemdiktisaintek juga menyiapkan dukungan tambahan bagi dosen penyandang disabilitas, termasuk pembiayaan pendamping selama masa studi.

Terkini