Bidik Dana Rp1,28 Triliun, COCO Rancang Rights Issue untuk Akuisisi

Kamis, 02 Juli 2026 | 02:23:31 WIB
Wahana Interfood Gelar Rights Issue, Incar Dana Rp1,28 Triliun [FOTO: NET].

JAKARTA — Emiten pengolahan makanan kakao, PT Wahana Interfood Tbk. (COCO), bersiap melangsungkan aksi korporasi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Berdasarkan dokumen prospektus, COCO bakal mengeksekusi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD III) sebanyak-banyaknya 10,67 miliar lembar saham baru atas nama. Porsi tersebut setara dengan 75% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pasca-PMHMETD III. 

Nilai nominal saham ditetapkan senilai Rp100 dengan patokan harga pelaksanaan di angka Rp120. Jika seluruhnya terserap oleh pasar, COCO berpotensi mengamankan dana segar paling banyak Rp1,28 triliun.

Pihak manajemen COCO memaparkan bahwa induk perseroan, yaitu Mahogany Global Investment Pte. Ltd., bakal mengeksekusi seluruh hak yang dikantonginya dalam skema PMHMETD III ini.

"Mahogany Global Investment Pte. Ltd. adalah Pemegang Saham Utama Perseroan sekaligus Pemegang Saham Pengendali Perseroan yang memiliki 51,32% atau sebesar 1,82 miliar saham dalam Perseroan dan memiliki hak untuk memperoleh 5,48 miliar saham," tulis manajemen COCO, dikutip Kamis (2/7/2026).

Berbarengan dengan agenda PMHMETD III, COCO juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 355,94 juta waran seri I atau setara 10% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam koridor PMHMETD III. 

Adapun untuk setiap 30 saham baru hasil eksekusi HMETD akan melekat 1 waran Seri I bagi pemegang HMETD yang menjalankan haknya. Setiap pemegang 1 waran Seri I mengantongi hak membeli 1 saham COCO dengan harga pelaksanaan waran Seri I senilai Rp800 per saham. 

Alhasil, proyeksi perolehan dana dari eksekusi Waran Seri I ialah sebanyak-banyaknya Rp284,75 miar.

Manajemen COCO menguraikan bahwa seluruh perolehan dana hasil rights issue setelah dipotong pengeluaran emisi bakal diprioritaskan senilai Rp1,17 triliun untuk keperluan ekspansi serta investasi usaha dengan mencaplok PT Sari Murni Abadi (PT SMA). 

Sisanya bakal dimanfaatkan demi memenuhi kebutuhan operasional COCO yang mencakup modal kerja harian, seperti pengadaan bahan baku, bahan kemasan, ongkos riset dan pengembangan, hingga anggaran pemasaran serta pelebaran sayap pasar.

Sementara itu, perolehan dana dari pelaksanaan Waran Seri I bakal dialokasikan sebagai modal kerja beserta biaya operasional perseroan, meliputi ongkos bahan baku dan transaksi kepada pemasok (supplier), biaya promosi, biaya pengembangan produk, serta pos pengeluaran operasional lain seperti logistik dan distribusi, operasional kantor, digitalisasi operasional, hingga pemenuhan kebutuhan penunjang lainnya.

Lebih jauh, setiap pemegang 1 lembar saham yang identitas namanya sah tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) Perseroan pada saat penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia tanggal 10 Juli 2026 berhak atas 3 HMETD. 

Setiap 1 HMETD memberikan hak kepada sang pemilik untuk menebus 1 saham baru yang wajib dilunasi penuh saat pengajuan pemesanan pelaksanaan HMETD. Instrumen HMETD ini dapat diperjualbelikan di PT Bursa Efek Indonesia dan dieksekusi selama 5 hari kerja, mulai dari tanggal 14 Juli 2026 hingga tanggal 21 Juli 2026.

Adapun yang bertindak selaku pembeli siaga (standby buyer) dalam agenda korporasi ini tidak lain adalah Mahogany Global Investment Pte. Ltd. Perlu dicermati bahwa apabila para pemegang saham memutuskan tidak menebus saham dalam skema rights issue ini, maka bakal memicu dilusi kepemilikan saham yang material sebesar 75% setelah HMETD dijalankan, dan maksimal menyentuh 75,61% usai seluruh HMETD beserta waran seri I rampung dieksekusi.

Terkini