Mendiktisaintek Luruskan Isu 60 Ribu Mahasiswa Mundur

Jumat, 03 Juli 2026 | 17:37:31 WIB
Kemdiktisaintek: Isu 60 Ribu Mahasiswa Mundur Tidak Tepat [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluruskan bahwa kabar yang menyebut ada sekitar 60 ribu mahasiswa yang lolos seleksi namun tidak mendaftar ulang tidak mencerminkan situasi yang sebenarnya.

Melalui siaran resmi di Jakarta, Jumat, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto memaparkan data yang disorot publik tersebut adalah hasil evaluasi seleksi mahasiswa baru tahun 2025, bukan tahun 2026. 

Sementara itu, proses Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) tahun 2026 saat ini masih berjalan dan belum rampung.

Mengacu pada data resmi Panitia SNPMB, jumlah sekitar 60 ribu yang ramai dibahas di ruang publik itu merupakan gabungan dari dua faktor, yakni 42.315 kuota tampung yang kosong dan 17.816 peserta lolos seleksi yang tidak melakukan daftar ulang.

Faktor pertama berkaitan erat dengan kuota tampung perguruan tinggi. Pada tahun 2025, keseluruhan daya tampung yang dibuka lewat jalur SNBP, SNBT, dan Seleksi Mandiri mencapai 627.957 kursi. Dari kapasitas itu, sebanyak 585.642 peserta dinyatakan lolos, sehingga menyisakan 42.315 kursi (6,7 persen) yang kosong.

Situasi ini dipicu oleh jumlah pendaftar yang berhasil memenuhi kriteria akademik dari perguruan tinggi masih di bawah total daya tampung yang disediakan.

"Perguruan tinggi tetap menerapkan standar mutu dalam proses seleksi sehingga kursi yang belum memenuhi kualifikasi tidak diisi semata-mata untuk memenuhi target daya tampung. 

Kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen dalam menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi agar lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, dan industri," ujar Menteri Brian.

Sementara faktor kedua merupakan kelompok peserta yang sudah dinyatakan lolos seleksi namun tidak melakukan daftar ulang. 

Dari keseluruhan 585.642 peserta lolos pada tahun 2025, tercatat 567.826 peserta atau 97,2 persen menyelesaikan proses daftar ulang dan resmi menjadi mahasiswa baru. Di sisi lain, 17.816 peserta atau berkisar 2,8 persen memilih untuk tidak mendaftar ulang.

Seturut kajian Panitia SNPMB, ada beberapa alasan yang mendasari kondisi tersebut, seperti peserta lolos di program studi yang bukan pilihan utamanya sehingga beralih ke jalur seleksi lain, peserta diterima di perguruan tinggi kedinasan atau kampus milik kementerian/lembaga lain, hingga ragam pertimbangan personal dan keluarga.

Bukan itu saja, ada pula peserta yang mendaftar sebagai calon penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, namun setalah divalidasi dinyatakan belum lolos kriteria atau mendapat skema bantuan sebagian, sehingga masih memerlukan sokongan dana hidup dari keluarga selama kuliah.

"Kemdiktisaintek menegaskan bahwa proses verifikasi KIP Kuliah dilakukan untuk menjaga prinsip ketepatan sasaran sehingga bantuan pemerintah diberikan kepada calon mahasiswa yang benar-benar berasal dari keluarga yang paling membutuhkan," ucap Brian.

Mendiktisaintek menjabarkan sebagian besar dari angka itu merupakan kuota tampung yang memang kosong sejak awal lantaran kampus menjaga standar mutu akademik, sedangkan pendaftar yang tidak melakukan registrasi ulang hanya berkisar 17.816 orang atau 2,8 persen.

Sebaliknya, 97,2 persen pendaftar yang sudah dinyatakan lolos justru merampungkan proses daftar ulang dan melanjutkan pendidikan, yang memperlihatkan bahwa sebagian besar calon mahasiswa yang mendapat peluang masuk perguruan tinggi memanfaatkan peluang itu dengan maksimal.

"Pendidikan tinggi harus dapat diakses oleh semakin banyak putra-putri Indonesia, namun pada saat yang sama kualitas akademik juga harus tetap terjaga. Karena itu, kami terus memperkuat berbagai skema afirmasi, bantuan pendidikan, sistem UKT yang berkeadilan, serta penyempurnaan sistem penerimaan mahasiswa agar semakin inklusif, tepat sasaran, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan bangsa," tutur Brian Yuliarto.

Terkini