Lukashenko Dukung KBRI di Belarus, Penerbangan Langsung & Bebas Visa

Jumat, 03 Juli 2026 | 00:33:31 WIB
Presiden Belarus Sambut Rencana KBRI dan Dorong Bebas Visa ke RI [FOTO: NET].

JAKARTA — Kepala Negara Belarus Alexandr Lukashenko menyambut positif agenda pembukaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Belarus. Berdasarkan pandangannya, strategi tersebut bakal memperkokoh relasi antarmasyarakat dari kedua belah pihak, termasuk lewat dongkrak kunjungan turis, penyediaan rute penerbangan langsung, serta simplifikasi akses visa.

Pernyataan itu diutarakan Lukashenko ketika memberikan keterangan pers bersama (joint press statement) dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

 Lukashenko mengutarakan Belarus berkeinginan kian banyak pelancong dari negaranya bertandang ke Indonesia pasca jalinan bilateral kedua negara kian kokoh.

"Kami gembira apabila wisatawan dari Belarus semakin banyak berkunjung ke Indonesia. Saya berterima kasih kepada Bapak Presiden atas rencana pembukaan Kedutaan Indonesia di Belarus," ujar Lukashenko.

Menurutnya, eksistensi representasi diplomatik Indonesia di Minsk bakal jadi pijakan krusial demi penguatan relasi kedua negara, tak cuma pada sektor politik dan ekonomi, melainkan pula pada interaksi antarmasyarakat.

Lukashenko juga mengharapkan jalinan yang kian erat itu dapat dibarengi dengan penyediaan rute penerbangan langsung antara Indonesia dan Belarus. 

Dia memandang konektivitas udara bakal menjadi elemen penting demi mengatrol mobilitas publik, kalangan pebisnis, maupun pelancong dari kedua belah pihak.

"Kami berharap akan ada pembukaan penerbangan langsung ke Belarus sehingga warga negara kami akan semakin banyak yang berkunjung ke Indonesia," katanya.

Di samping itu, Pemimpin Belarus memaparkan otoritasnya sangat terbuka dalam memberikan kelonggaran perjalanan, termasuk lewat regulasi bebas visa yang diproyeksikan mampu mendongkrak kemajuan sektor pariwisata.

"Bagi masyarakat Belarus, Indonesia merupakan tujuan yang sangat menarik untuk dikunjungi. Delegasi kami memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kunjungan wisata. Pembukaan Kedutaan Indonesia di Belarus dan nantinya kebijakan bebas visa akan mempermudah warga Belarus berkunjung ke Indonesia," ujarnya.

Lukashenko memaparkan bermacam program tersebut menjadi lompatan besar bagi penguatan relasi bilateral yang selama ini terus menorehkan progres. Dia mengapresiasi kinerja intensif delegasi kedua pihak yang telah mengulas beragam potensi kemitraan secara transparan.

"Ini merupakan langkah besar. Delegasi kami bekerja sangat solid dalam membahas banyak hal. Kami tidak memiliki sesuatu yang tertutup dan kami terbuka membahas berbagai peluang kerja sama yang ada," katanya.

Menurut Lukashenko, progres jalinan Indonesia dan Belarus tidak lepas dari andil Presiden Prabowo Subianto terhadap penguatan kemitraan kedua negara.

"Semua ini dimungkinkan berkat energi dan dukungan Bapak Presiden terhadap pengembangan kerja sama antara Belarus dan Indonesia. Kami mengucapkan terima kasih dan sangat menghargai persahabatan yang telah terjalin," tandas Lukashenko.

Pertemuan bilateral Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Lukashenko pada Kamis (2/7/2026) melahirkan bermacam mufakat strategis, termasuk pengesahan tujuh nota kesepahaman (MoU) serta pengadopsian roadmap kerja sama Indonesia–Belarus periode 2026–2030.

 Kedua negara juga bermufakat mengeksplorasi kemitraan di sektor perdagangan, industri, investasi, teknologi, kesehatan, ketahanan pangan, hingga penguatan jalinan antarmasyarakat lewat eskalasi konektivitas serta diplomasi.

Terkini