Rupiah Akhir Pekan Ditutup Menguat ke Rp17.945 per Dolar AS

Jumat, 03 Juli 2026 | 01:32:31 WIB
Menguat 44 Poin, Rupiah Finis di Level Rp17.945 Akhir Pekan Ini [FOTO: NET].

JAKARTA – Pergerakan nilai tukar rupiah mengakhiri perdagangan hari Jumat (3/7/2026) dengan penguatan sebesar 44 poin ke posisi Rp17.945 per dolar AS. Sebaliknya, indeks dolar AS (DXY) terpantau mengalami pelemahan sebesar 0,14% menuju level 100,70.

Ibrahim Assuaibi, pengamat mata uang dan komoditas, menjelaskan bahwa eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah masih memegang peranan sebagai sentimen utama yang mengendalikan arah pergerakan rupiah.

"Investor terus memantau negosiasi antara Washington dan Teheran setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia percaya Iran telah menyetujui hampir semua yang AS butuhkan. Ini menandakan kepercayaan bahwa diskusi bergerak ke arah yang benar," kata Ibrahim, Jumat (3/7/2026).

Di sisi lain, beredar kabar yang menyebutkan bahwa pihak Iran menolak draf usulan untuk melepaskan hak klaim atas Selat Hormuz, sekalipun dijanjikan pencairan dana simpanan mereka senilai miliaran dolar yang saat ini sedang dibekukan.

"Sinyal yang beragam membuat risiko geopolitik tetap menjadi perhatian para pedagang, bahkan ketika kekhawatiran akan gangguan langsung terhadap pasokan minyak mentah Teluk terus mereda," jelas dia.

Saat ini, ia menambahkan, pelaku pasar masih terus memonitor dinamika lebih lanjut terkait kelanjutan negosiasi AS-Iran, kelancaran distribusi minyak mentah, serta indikasi pemulihan permintaan pascalibur akhir pekan di AS guna mencari landasan baru bagi pergerakan harga minyak global.

Sementara dari koridor domestik, perhatian pasar sedang tersedot oleh rilis laporan berkala mengenai performa realisasi penerimaan pajak negara.

Ibrahim menguraikan, mengacu pada data OECD Revenue Statistics in Asia and the Pacific 2026, perolehan dari sektor pajak penghasilan, laba, serta keuntungan modal (taxes on income, profits and capital gains) terpantau jalan di tempat atau stagnan bila disandingkan dengan perolehan pada tahun sebelumnya.

Catatan OECD menunjukkan bahwa penerimaan dari pos pajak penghasilan hanya merangkak tipis dari Rp1.061,24 triliun pada tahun 2023 menjadi Rp1.061,94 triliun sepanjang tahun 2024.

 Pertumbuhan tersebut tercatat hanya berkisar Rp700 miliar atau setara dengan 0,07% secara tahunan (year-on-year).

"Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan total penerimaan pajak Indonesia. Pada periode yang sama, total penerimaan pajak meningkat dari Rp2.517,66 triliun menjadi Rp2.620,67 triliun, atau bertambah sekitar Rp103 triliun," jelasnya.

Menimbang jajaran sentimen yang tengah berkembang di pasar, Ibrahim memproyeksikan pergerakan nilai tukar mata uang garuda berpotensi melanjutkan tren penguatan pada sesi perdagangan hari Senin (6/7/2026) pekan depan.

"Untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp17.910 sampai Rp17.970 per dolar AS. Untuk sepekan, diperkirakan rupiah akan ada di rentang Rp17.850 sampai Rp18.100 per dolar AS," tandasnya.

Terkini