Multipolar Alihkan Aset Rp780 Miliar ke Matahari Putra Prima

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:31:01 WIB
Grup Lippo: MLPL Alihkan Portofolio Aset Rp780 Miliar ke MPPA [FOTO: NET].

JAKARTA – PT Multipolar Tbk. (MLPL) memindahkan portofolio aset miliknya dengan nilai total mencapai Rp780 miliar ke entitas terafiliasi, yakni PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA).

Merujuk pada laporan keterbukaan informasi, aksi korporasi ini dilaksanakan oleh jajaran anak usaha Multipolar, antara lain PT Balaraja Sentosa, PT Citra Cito Perkasa, PT Surya Asri Lestari, PT Panca Megah Utama, serta PT Nusa Malioboro Indah. Di sisi lain, MPPA mengambil peran sebagai pihak pembeli pada transaksi tersebut.

Pihak manajemen MLPL menerangkan bahwa langkah ini dipicu oleh peninjauan berkala yang dijalankan perseroan atas portofolio aset yang dipunyai, yang menjadi bagian dari tata kelola investasi sekaligus maksimalisasi portofolio aset agar selaras dengan arah strategi bisnis.

"Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, Perseroan memandang bahwa pengalihan aset melalui transaksi ini sejalan dengan strategi pengelolaan portofolio aset Perseroan," tulis manajemen Multipolar lewat keterbukaan informasi, Jumat (3/7/2026).

Lebih jauh lagi, portofolio aset yang didelegasikan dalam transaksi ini dinilai cocok dengan keperluan operasional sekaligus agenda ekspansi bisnis dari MPPA. 

Maka dari itu, transaksi afiliasi ini diproyeksikan mampu memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak demi kelancaran strategi usaha masing-masing.

Menilik laporan keuangan per tanggal 31 Maret 2026, MLPL membukukan koreksi pada total aset sebesar 4,57% year-to-date (ytd) menjadi Rp14,39 triliun, dari torehan pada penutupan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp15,08 triliun.

 Pos liabilitas terpantau terkerek naik sekitar 3,89% ytd ke level Rp9,13 triliun, sementara pos ekuitas menyusut 16,40% ytd ke posisi Rp5,26 triliun.

Di waktu yang sama, kinerja penjualan neto emiten tercatat tumbuh sebesar 5,22% secara tahunan (year-on-year/yoy) menyentuh angka Rp3,16 triliun. 

Adapun perolehan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sukses melesat tajam hingga 921,31% yoy menjadi sebesar Rp119,8 miliar.

Terkini