Rupiah Hari Ini Diprediksi Tertekan di Rentang Rp17.950-Rp18.050

Selasa, 07 Juli 2026 | 00:11:32 WIB
Rupiah Selasa 7 Juli 2026 Diproyeksi Fluktuatif Imbas Cadev [FOTO: NET].

JAKARTA — Nilai tukar mata uang rupiah diproyeksikan masih dibayangi tekanan dengan rentang pergerakan antara Rp17.950 sampai Rp18.050 per dolar AS pada hari ini, Selasa (7/7/2026).

Berdasarkan data analisis Doo Financial Futures, mata uang rupiah menyudahi perdagangan hari Senin (6/7/2026) dengan pelemahan sebesar 0,18% ke posisi Rp17.995 per dolar AS. 

Kemerosotan mata uang Garuda terhadap dolar AS ini juga selaras dengan koreksi yang menimpa sebagian besar mata uang di kawasan Asia lainnya.

Depresiasi terdalam terhadap dolar AS dirasakan oleh yen Jepang yang merosot 0,56%, disusul oleh baht Thailand yang terpangkas 0,39%, dolar Taiwan yang terdepresiasi 0,29%, serta rupee India yang ikut melemah 0,23%.

Selanjutnya, ringgit Malaysia tercatat melemah 0,17% terhadap dolar AS, disusul yuan China yang turun 0,16%, won Korea yang terkoreksi 0,13%, serta dolar Singapura dan peso Filipina yang kompak menyusut sebesar 0,11%. 

Sebaliknya, mata uang dolar Hong Kong justru berhasil menguat tipis sebesar 0,01% terhadap dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong berpendapat bahwa nilai tukar rupiah kembali terhimpit dan hampir menyentuh batas psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) akibat akumulasi sentimen global dan internal. 

Saat ini, para pelaku pasar tengah mencermati pengumuman data cadangan devisa (cadev) yang diprediksi menjadi salah satu instrumen utama penentu arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

Selain faktor eksternal, tekanan pada rupiah juga dipicu oleh langkah pasar yang mencermati peringatan dari lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings terkait risiko pemangkasan peringkat kredit Indonesia. Hal ini memicu sikap protektif dan kehati-hatian para pemodal terhadap aset-aset dalam negeri.

Di sisi lain, kalangan investor lebih memilih untuk menahan diri seraya menanti perilisan beberapa data ekonomi krusial yang dijadwalkan keluar sepanjang pekan ini. Sejumlah indikator yang dinanti tersebut meliputi posisi cadangan devisa, performa penjualan ritel, serta indeks kepercayaan konsumen.

"Investor mengantisipasi rilis data-data ekonomi penting domestik pada pekan ini," katanya, Senin (6/6/2026).

Rangkaian data tersebut dinilai bakal memberikan proyeksi jelas mengenai daya tahan sektor eksternal sekaligus kondisi riil permintaan di pasar domestik.

Secara regional, penyusutan rupiah sejalan dengan dinamika mata uang Asia lainnya yang mayoritas mengalami depresiasi cukup dalam akibat keperkasaan dolar AS.

 Untuk sesi perdagangan esok hari, atensi utama pasar tertuju pada publikasi data cadangan devisa Indonesia. Pasalnya, tren penurunan cadangan devisa pada periode sebelumnya sempat menjadi bahan evaluasi Fitch Ratings terhadap profil kredit Indonesia.

Pada saat yang sama, arah pergerakan dolar AS juga akan dipengaruhi oleh perilisan data aktivitas sektor jasa di Amerika Serikat melalui indeks ISM Services PMI. 

Secara historis, indikator tersebut dalam beberapa kurun waktu terakhir memperlihatkan hasil yang solid, sehingga berpeluang kembali mendongkrak keperkasaan dolar AS jika realisasinya melampaui prediksi pasar.

LIVE TIMELINE PERGERAKAN RUPIAH:

15.01 WIB: Rupiah Ditutup Menguat 0,11% 

Nilai tukar rupiah mengakhiri perdagangan hari ini, Selasa (7/7/2026), dengan penguatan sebesar 0,11% atau terapresiasi 19 poin ke level Rp17.975 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS yang menjadi tolok ukur kekuatan greenback terpantau naik 0,11% ke posisi 100,96.

12.31 WIB: Rupiah Menguat 0,08% 

Nilai tukar rupiah terpantau merangkak naik sebesar 0,08% atau menguat 14 poin ke posisi Rp17.980 per dolar AS pada pukul 12.29 WIB.

09.29 WIB: Rupiah Dibuka Menguat Tipis 0,03% 

Merujuk data analisis Doo Financial Futures pada pukul 09.05 WIB, rupiah mengawali perdagangan dengan penguatan tipis sebesar 0,03% ke posisi Rp17.990. Selain rupiah, mayoritas mata uang di kawasan Asia juga dibuka menguat terhadap dolar AS. 

Kenaikan tertinggi dipimpin oleh yen Jepang yang naik 0,16%, disusul ringgit Malaysia yang menguat 0,15%, dan won Korea yang terangkat 0,14%.

Terkini