Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.066 per Dolar AS pada Kamis Pagi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:57:01 WIB
Rupiah Dibuka Loyo ke Rp18.066 Saat Mayoritas Mata Uang Asia Naik [FOTO: NET].

JAKARTA – Nilai tukar mata uang rupiah atas dolar AS mengawali perdagangan dengan bergerak melemah pada hari ini, Kamis (9/7/2026). Lesunya performa mata uang garuda pada pembukaan sesi perdagangan pagi ini terbilang cukup kontras jika dikomparasikan dengan kinerja beberapa mata uang lain di wilayah Asia.

Merujuk pada publikasi data RTI, nilai tukar rupiah atas dolar AS dibuka merosot sebesar 0,37 persen ke posisi Rp18.066 per dolar AS. Bukan cuma rupiah, tren pelemahan pun ikut dialami oleh mata uang baht Thailand yang melorot 0,03 persen serta dolar Taiwan yang turun sebanyak 0,05 persen.

Di sisi lain, apresiasi nilai tukar justru berhasil ditorehkan oleh yuan China yang merangkak naik 0,14 persen, yen Jepang terangkat 0,10 persen, won Korea melonjak 0,35 persen, serta dolar Singapura yang ikut naik sebesar 0,07 persen.

Mengacu pada instrumen data perhitungan Doo Financial Futures, dalam sesi penutupan perdagangan Rabu (8/7/2026) kemarin, rupiah disudahi dengan pelemahan tipis senilai 0,19 persen ke level Rp18.014.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong berpandangan bahwa beban tekanan atas rupiah kian memberat pasca-rilis hasil survei yang memperlihatkan adanya kemerosotan cukup dalam pada Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Indonesia sepanjang bulan Juni. 

Situasi tersebut memicu kekhawatiran jika tingkat konsumsi rumah tangga, yang selama ini memegang peran selaku motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional, memendam risiko untuk melambat.

Hembusan sentimen kurang menguntungkan juga datang dari sektor pasar modal usai beredarnya kabar bahwa S&P Dow Jones Indices memasukkan Indonesia ke dalam daftar pemantauan (watchlist) atas potensi penurunan tingkat klasifikasi pasar saham dari Emerging Market menuju Frontier Market

Walaupun belum menelurkan keputusan yang bersifat final, isu tersebut dipandang memicu kenaikan sikap mawas diri para investor asing terhadap aset-aset di Indonesia, tidak terkecuali mata uang rupiah.

"Berita mengenai potensi downgrade klasifikasi pasar ekuitas Indonesia ke frontier dari S&P Dow Jones juga menekan rupiah," ujarnya, Rabu (8/7/2026).

Terkini