Menteri LH Nilai Jawa Timur Terbaik dalam Pengelolaan Sampah

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:46:01 WIB
Menteri LH Puji Pengelolaan Sampah Jawa Timur Sebagai yang Terbaik [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menilai Jawa Timur tampil sebagai provinsi dengan kinerja paling unggul dalam pengelolaan lingkungan, khususnya penanganan sampah, sehingga sangat patut dijadikan percontohan bagi wilayah lain di Indonesia.

Setelah memantau SMA Negeri 1 Gresik yang menyandang status Adiwiyata Mandiri di Kabupaten Gresik, Rabu, Jumhur menyatakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sukses menata lingkungan hidup, terutama dalam mengatasi masalah sampah.

"Jawa Timur menjadi peringkat satu dalam penilaian kami terkait pengelolaan lingkungan dan penanganan sampah. Ini bisa menjadi contoh bagi provinsi lain yang masih kurang serius dan abai terhadap persoalan tersebut," katanya di Gresik, Rabu (15/07/2026).

Berdasarkan Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup yang dijadikan rujukan evaluasi tahun 2026, volume timbulan sampah di Jawa Timur menyentuh angka berkisar 12.314 ton per hari atau melampaui delapan juta ton per tahun.

Di sisi lain, evaluasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur memperlihatkan bahwa reduksi sampah dari sumbernya lewat pemilahan dan bank sampah baru berkisar 11 persen, sehingga akselerasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat masih terus dipacu.

Jumhur memaparkan bahwa pencapaian Jawa Timur tersebut tidak lepas dari langkah pemerintah daerah dalam memupuk kesadaran warga terhadap pelestarian alam, salah satunya lewat Program Adiwiyata yang menyasar lembaga pendidikan.

Menurut dia, Program Adiwiyata merupakan sarana dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk memacu sekolah menciptakan budaya peduli lingkungan melalui proses penilaian berjenjang hingga meraih predikat tertinggi, yaitu Adiwiyata Mandiri.

"Di SMA Negeri 1 Gresik ini, dalam penilaian kami masuk kategori tertinggi. Mereka mampu menumbuhkan kesadaran terhadap lingkungan dan menjadi contoh bagi institusi pendidikan di seluruh Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menuturkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut merintis sekolah inovatif berbasis ketahanan pangan guna melengkapi penerapan Program Adiwiyata.

Menurut dia, gagasan ketahanan pangan tidak mesti dipraktikkan di atas lahan yang lapang, melainkan bisa dijalankan di kawasan sekolah lewat sektor pertanian, peternakan, ataupun perikanan dengan melibatkan para siswa.

"Kami ingin ini menjadi pilot project. Semua lahan di institusi pendidikan bisa dimanfaatkan, kemudian hasilnya dihilirisasi menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah dan dapat dipasarkan," katanya.

Sebelum mendatangi SMA Negeri 1 Gresik, Menteri Lingkungan Hidup pun sempat memantau pelaksanaan Green and Smart Port Initiatives ASRI di Dermaga C Pelabuhan Petrokimia Gresik sebagai bagian dari langkah mendorong praktik tata kelola lingkungan berkelanjutan di ranah industri dan kepelabuhanan.

Terkini