JAKARTA - Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum menetapkan target bahwa proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, dapat selesai dikerjakan serta mulai dipergunakan pada tahun ajaran 2027.
Pelaksana tugas Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU Kuswara memberikan penjelasan di Jakarta, Jumat, yang mana ia menyebutkan bahwa area pembangunan mempunyai tantangan tersendiri lantaran bertempat di kawasan lereng perbukitan dengan total luas lahan berkisar 19,5 hektare.
Berdasarkan penuturannya, rentetan proses secara keseluruhan yang diawali dari tahapan lelang hingga pengerjaan bangunan selesai diproyeksikan memakan durasi sekitar satu tahun, sementara untuk pengerjaan konstruksi fisik utamanya akan memakan waktu sekitar lima hingga enam bulan.
"Targetnya pada tahun ajaran baru 2027 sekolah sudah dapat digunakan," ujar Kuswara dalam keterangannya.
Area Sekolah Rakyat tersebut nantinya bakal dilengkapi oleh beraneka macam prasarana pendidikan sekaligus penunjang.
Selain bangunan gedung sekolah untuk tingkat SD sampai SMA, akan didirikan pula asrama murid, rumah susun bagi guru, gedung serbaguna, masjid, kantin beserta dapur, rumah ibadah, serta beragam sarana pendukung lainnya seperti lapangan olahraga.
Kemudian ada juga pos penjagaan, area pembuangan sampah, rumah genset, rumah pompa, tangki penyimpanan air, alat proteksi kebakaran, pagar pembatas kawasan, hingga gerbang utama.
Pada momen kunjungan tersebut, Kuswara turut memberikan arahan agar posisi asrama untuk guru diletakkan tidak terlampau jauh dari lokasi asrama murid.
Menurut pandangannya, jarak yang dekat bakal memberikan kemudahan bagi para guru dalam melaksanakan proses pembinaan serta pengawasan kepada anak didik.
Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU Kuswara menyambut langsung kedatangan Bupati Tanah Datar Eka Putra bersama jajarannya di Jakarta.
Agenda pertemuan tersebut berfokus mendiskusikan rencana pengerjaan Sekolah Rakyat yang nantinya bakal berlokasi di Nagari Tanjung Alam.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Tanah Datar Eka Putra menuturkan bahwa pihak pemerintah daerah memberikan respons yang sangat baik atas kontribusi Kementerian PU dalam menyukseskan pembangunan Sekolah Rakyat tersebut.
Ia tidak menampik bahwa kontur tanah yang berbukit memberikan tantangan tersendiri, namun dirinya tetap merasa optimis proses konstruksi dapat terlaksana sejalan dengan rencana lewat metode pematangan lahan yang akurat.
Eka pun menaruh harapan agar rancangan bangunan sekolah tersebut dapat mengadopsi unsur kearifan lokal kebudayaan Minangkabau, yang salah satunya diaplikasikan lewat adopsi arsitektur rumah adat pada kompleks sekolah.
Menurut pernyataannya, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar berkomitmen penuh untuk saling berkoordinasi serta menampung berbagai saran agar proses pembangunan dapat berjalan dengan tanpa hambatan.