Pemerintah: Mandatori B50 Tidak Akan Ganggu Ekspor Kelapa Sawit

Senin, 20 Juli 2026 | 22:22:31 WIB
Alasan Pemerintah Yakin Mandatori B50 Tidak Kurangi Ekspor CPO [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah menjamin bahwa implementasi mandatori biodiesel 50 persen (B50) yang dimulai sejak Juli 2026 tidak akan memangkas volume ekspor crude palm oil (CPO) Indonesia.

 Staf Ahli Bidang Konektivitas dan Pengembangan Jasa Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dida Gardera, menegaskan keyakinan tersebut merujuk pada pengalaman saat transisi dari B35 ke B40 pada tahun 2025 lalu.

Meski kebutuhan CPO untuk program biodiesel meningkat sekitar 3 juta hingga 4 juta kiloliter (KL), volume ekspor CPO nasional pada periode yang sama justru mencatatkan pertumbuhan di kisaran yang sama.

"Kebutuhan biodiesel dari tahun 2024 saat masih menerapkan B35, kemudian pada 2025 menjadi B40, kebutuhan sawit meningkat sekitar 3-4 juta KL. Tetapi pada periode yang sama, ekspor kami juga meningkat sekitar 3-4 juta KL," ujar Dida di Jakarta, Senin (20/7/2026). 

"Nah, ini artinya kami tetap bisa menjaga semuanya. Ekspor tidak berkurang, sementara kebutuhan biodiesel juga tetap terpenuhi," tambahnya.

Dida menekankan bahwa pemerintah memprioritaskan B50 dengan tetap menjaga pasokan minyak goreng dan mendukung keberlanjutan sawit rakyat. 

Koordinasi antarlembaga pun terus dipererat guna memastikan program tersebut berjalan beriringan. Pemerintah juga rutin mengevaluasi ketersediaan bahan baku dan dukungan pendanaan.

"Sejauh ini, dari sisi volume ternyata bisa memenuhi semua kebutuhan. Dari sisi anggaran juga, alhamdulillah arus kas (cash flow) masih cukup," kata Dida.

Program B50 sendiri merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi dan menekan emisi karbon, dengan proyeksi penghematan devisa hingga Rp 170 triliun pada 2026. Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah industri sawit dan menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja.

Dida menambahkan, saat ini B50 masih dalam periode transisi tiga bulan untuk menghabiskan stok B40. 

"Terkait B50, program ini sudah diluncurkan sekitar dua minggu lalu oleh Bapak Presiden. Secara prinsip, implementasinya sudah siap di lapangan," ujarnya. 

"Namun memang masih ada proses transisi karena masih terdapat sisa stok B40. Ke depan implementasinya akan terus kami pantau dan evaluasi," kata Dida.

Terkini

Empat Talenta Persipura Perkuat Indonesia All Stars

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:30:01 WIB

Emery dan Mings Kagum Antusiasme Masyarakat Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:25:31 WIB

Legenda Bulu Tangkis Bersama Lin Dan Gelar Shuttle Open

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:20:31 WIB

Pengamat Soroti Kualitas Pemain Pelapis Timnas Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:12:32 WIB