Rasa Group Perluas Pasar Ekspor ke Timur Tengah hingga Jepang

Senin, 20 Juli 2026 | 22:58:32 WIB
Strategi Rasa Group Perluas Ekspor dan Kembangkan Industri F&B [FOTO: NET].

JAKARTA — Rasa Group memperluas jangkauan pasar ekspor dengan membidik kawasan Asia hingga Timur Tengah sebagai destinasi ekspansi berikutnya, seiring dengan pertumbuhan bisnis perusahaan di sektor makanan dan minuman (food and beverage/F&B).

CEO Rasa Group, Sherley Ruslie, menyatakan bahwa produk perusahaan saat ini telah menembus pasar sejumlah negara Asia Tenggara, seperti Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Kamboja. 

Selanjutnya, perusahaan menargetkan ekspansi ke Timur Tengah, diikuti oleh Inggris, Australia, Korea Selatan, dan Jepang. Menurutnya, strategi ini bertujuan untuk memperkuat posisi merek Indonesia di pasar global, bukan sekadar mengejar volume ekspor komoditas.

"Yang kami ekspor adalah brand kami, bukan sekadar komoditas. Kami ingin membawa nilai tambah produk Indonesia ke pasar internasional," ujar Sherley, dikutip Bisnis, Minggu (19/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa ekspansi ini didukung oleh pertumbuhan bisnis perusahaan yang mencapai lebih dari 50% per tahun, seiring dengan meningkatnya jumlah pelanggan aktif dan permintaan di sektor F&B.

 Saat ini, Rasa Group telah melayani puluhan ribu outlet dan ribuan merek di Indonesia maupun Asia Tenggara melalui jaringan distribusinya. Pendapatan perusahaan terbagi menjadi 50% dari produk custom atau private label, sementara sisanya berasal dari merek internal perusahaan, termasuk Drip.

Selain fokus pada ekspor, Rasa Group juga menghadirkan House of Rasa, sebuah fasilitas strategis yang dirancang untuk mendukung kolaborasi dan inovasi produk di industri F&B melalui Preference Lab, Culinary Lab, Coffee Experience Center, Training Center, serta Networking Venue. Sherley menegaskan bahwa fasilitas ini akan dikembangkan ke berbagai kota besar di Indonesia.

"Kami tidak melihat House of Rasa hanya sebagai pusat keuntungan, tetapi sebagai fondasi membangun ekosistem industri F&B di seluruh Indonesia," katanya.

Di tengah tantangan industri berupa kenaikan harga bahan baku, biaya logistik, inflasi, serta perubahan kebijakan impor, perusahaan tetap berupaya menjaga daya saing. 

Untuk mengimbangi beban biaya tersebut tanpa membebankan kenaikan harga kepada konsumen, perusahaan memilih untuk meningkatkan skala produksi serta memperluas pasar. 

Dengan langkah tersebut, Sherley optimistis Rasa Group dapat mencatatkan pertumbuhan bisnis dua digit sepanjang tahun 2026.

Terkini

Empat Talenta Persipura Perkuat Indonesia All Stars

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:30:01 WIB

Emery dan Mings Kagum Antusiasme Masyarakat Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:25:31 WIB

Legenda Bulu Tangkis Bersama Lin Dan Gelar Shuttle Open

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:20:31 WIB

Pengamat Soroti Kualitas Pemain Pelapis Timnas Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:12:32 WIB