Harga Emas Spot Bergerak dalam Rentang Sempit di Level US$4.020

Senin, 20 Juli 2026 | 23:47:02 WIB
Sentimen Geopolitik dan Inflasi AS Warnai Pergerakan Harga Emas [FOTO: NET].

JAKARTA — Tren koreksi harga emas masih belum berakhir meski tekanan inflasi Amerika Serikat mulai mereda. Eskalasi konflik di Timur Tengah yang kembali mengerek harga minyak justru meningkatkan risiko inflasi baru dan memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama, sehingga menekan prospek logam mulia.

Melansir Kitco, Senin (20/7/2026), harga emas spot pada akhir pekan ditutup di level US$4.017,30 per troy ounce atau melemah sekitar 2,5% sepanjang pekan. 

Dalam empat pekan terakhir, harga emas sudah empat kali menguji level psikologis US$4.000 per troy ounce, tetapi masih mampu bertahan di atas area tersebut.

Senior Market Analyst FXTM, Lukman Otunuga, menilai penutupan kembali Selat Hormuz meningkatkan ancaman gangguan pasokan minyak sehingga memicu kembali kekhawatiran inflasi, sekaligus mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah.

"Dengan pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September sebesar 56%, ruang kenaikan harga emas menjadi terbatas. Dolar AS yang lebih kuat dan imbal hasil obligasi yang lebih tinggi membuat emas, yang tidak memberikan imbal hasil, semakin kurang menarik," katanya.

Di sisi lain, Head of Business Development XS.com, Simon-Peter Massabni, menilai sebagian besar sentimen negatif telah tercermin dalam harga emas saat ini.

"Saya menilai pasar kemungkinan sudah memperhitungkan skenario jangka pendek yang terlalu pesimistis. Emas tetap didukung faktor-faktor fundamental yang kuat, terutama pembelian berkelanjutan oleh bank-bank sentral dunia, tingginya ketidakpastian geopolitik, serta meningkatnya kebutuhan investor terhadap aset lindung nilai dari risiko utang negara dan inflasi jangka panjang," katanya.

"Dalam pandangan saya, area US$3.950 hingga US$3.940 merupakan zona dukungan strategis yang dapat menjadi pijakan untuk kembali membangun posisi beli apabila pasar mulai menyadari bahwa dampak ketegangan geopolitik terhadap pertumbuhan ekonomi global pada akhirnya lebih besar dibandingkan tekanan inflasinya," ujarnya.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menambahkan bahwa harga emas mulai menunjukkan peluang rebound setelah berhasil mempertahankan area support penting dan membentuk pola teknikal double bottom serta bullish engulfing.

"Harga juga berhasil membentuk swing low baru di area 3.982. Selama level tersebut mampu dipertahankan, peluang emas melanjutkan kenaikan masih cukup besar," ujarnya.

Pada perdagangan hari ini hingga pukul 18.22 WIB, harga emas di pasar spot terpantau bergerak dalam rentang sempit dan menguat 0,08% ke level US$4.020,5 per troy ounce.

Terkini

7 Menu Meal Prep Seminggu, Hemat dengan Budget Rp200 Ribu

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:18:01 WIB

Cara Membuat Kue Talam Ubi yang Lembut dan Legit

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:13:01 WIB

Cara Membuat Peyek Udang Renyah, Gurih, dan Tipis

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:08:01 WIB

Nasirun Tutup Usia, Dunia Seni Rupa Indonesia Berduka

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:03:01 WIB

Kaki Sering Kram saat Tidur? Ini Penyebab dan Solusinya

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:58:31 WIB