OJK Minta Perbankan Cirebon Fokus Salurkan Kredit ke Sektor Produktif

Senin, 20 Juli 2026 | 00:19:01 WIB
OJK: Perbankan Cirebon Jangan Hanya Mengejar Laba, Dorong Ekonomi Lokal [FOTO: NET].

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menginstruksikan seluruh industri perbankan di kawasan Cirebon Raya untuk mengoptimalkan penyaluran kredit ke sektor-sektor produktif agar menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi daerah. 

OJK menegaskan, tolok ukur keberhasilan perbankan kini tidak lagi sebatas pada besaran aset atau perolehan laba, melainkan juga sejauh mana pembiayaan tersebut mampu membuka lapangan kerja, mendukung pertumbuhan UMKM, serta meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK RI, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa fungsi intermediasi perbankan wajib diarahkan untuk memberikan nilai tambah bagi perekonomian. 

Dana masyarakat yang dikelola perbankan harus dialirkan kembali ke sektor produktif guna memicu lahirnya usaha baru dan memperkuat ekonomi lokal.

 “Perbankan bukan sekadar menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit. Perbankan adalah penggerak aktivitas ekonomi. Ketika fungsi intermediasi berjalan optimal, dunia usaha berkembang, UMKM naik kelas, lapangan kerja tercipta, dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” ujar Dian dikutip pada Senin (20/7/2026).

Menurut Dian, perubahan lanskap ekonomi menuntut perbankan tidak hanya fokus pada ekspansi bisnis, tetapi juga memperkuat kualitas pembiayaan. 

Ia menekankan pentingnya penyaluran kredit yang tepat sasaran dengan menerapkan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko, integritas, serta inovasi. 

"Perbankan lebih memahami karakteristik ekonomi di setiap daerah. Setiap wilayah memiliki potensi unggulan yang berbeda sehingga strategi penyaluran kredit perlu disesuaikan dengan kebutuhan ekonomi lokal agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," katanya.

Di sisi lain, semakin tinggi pembiayaan ke sektor produktif, semakin terbuka lebar peluang investasi baru dan pertumbuhan ekonomi inklusif. Dian menekankan bahwa fungsi intermediasi harus diperkuat agar dana masyarakat tidak sekadar mengendap di sistem keuangan.

 "Penguatan industri perbankan perlu dibarengi dengan percepatan transformasi digital, peningkatan kualitas tata kelola, penguatan manajemen risiko, perlindungan konsumen, serta perluasan literasi dan inklusi keuangan," ujarnya.

Hingga Triwulan I 2026, OJK mencatat kinerja perbankan di Cirebon Raya dalam kondisi sehat dengan pertumbuhan kredit dan DPK yang terjaga.

 Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menambahkan bahwa penguatan industri harus memberikan dampak konkret bagi pembangunan daerah, terutama melalui dukungan terhadap UMKM. 

“Semakin kuat industri perbankan, semakin besar pula peluang daerah untuk tumbuh dan masyarakat untuk semakin sejahtera,” kata Agus.

Terkini

Efisiensi Biaya Kerek Laba Grup Saratoga MPMX 23%

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:48:31 WIB

Pendapatan dan Laba Tol META Tumbuh Positif

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:39:01 WIB