JAKARTA – PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE) berhasil menunjukkan performa fundamental yang kuat selama periode Januari hingga Juni 2026. Laba bersih yang dibukukan perusahaan mencatat pertumbuhan dua digit pada paruh pertama tahun ini.
Merujuk pada laporan keuangan perusahaan per Juni 2026, FORE berhasil mencatatkan penjualan sebesar Rp1 triliun, meningkat 51,71% secara tahunan (YoY) dibandingkan angka Rp662,37 miliar pada periode yang sama di tahun 2025.
Segmen minuman masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan total penjualan mencapai Rp884,18 miliar selama Januari—Juni 2026. Capaian tersebut mencerminkan kenaikan 48,25% YoY dibandingkan angka Rp596,40 miliar pada periode tahun sebelumnya.
Di sisi lain, berkat ekspansi gerai Fore Donut, perusahaan juga mencatatkan lonjakan penjualan pada segmen makanan sebesar 90,20% YoY menjadi Rp119,68 miliar per Juni 2026. Sementara untuk segmen lainnya, FORE mencatat penjualan senilai Rp6,07 miliar, meningkat dari Rp3,04 miliar pada periode yang sama tahun 2025.
Seiring dengan kenaikan penjualan, FORE juga mencatat peningkatan beban pokok penjualan menjadi Rp382,91 miliar pada paruh pertama 2026, dibandingkan Rp253,11 miliar pada periode yang sama tahun 2025.
Walaupun demikian, setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, FORE sukses membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih yang tumbuh 34,39% YoY menjadi Rp56,48 miliar dari Rp42,03 miliar pada paruh pertama 2025.
Dari sisi neraca keuangan, total aset FORE tercatat senilai Rp1,25 triliun per Juni 2026, naik dari Rp1,16 triliun pada Desember 2025. Liabilitas perusahaan juga meningkat menjadi Rp521,68 miliar dari Rp479,58 miliar pada Desember 2025.
Kenaikan liabilitas tersebut dipicu oleh bertambahnya kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang perusahaan. Namun, ekuitas neto FORE ikut tumbuh menjadi Rp737,69 miliar per Juni 2026 dari Rp680,58 miliar pada Desember 2025.