JAKARTA - Daniela Owen, seorang psikolog berlisensi sekaligus Asisten Direktur di San Francisco Bay Area Center for Cognitive Therapy, mengungkapkan bahwa teknik menghitung mundur sebelum menjatuhkan sanksi kepada anak menjadi strategi pengasuhan yang terbukti ampuh.
Berdasarkan informasi dari Psychology Today pada Senin, metode tersebut diketahui memiliki lima keunggulan utama, mulai dari penyampaian peringatan hingga membantu anak mengerti batasan.
Prosedur menghitung mundur dilaksanakan dengan menghitung secara perlahan, contohnya dari lima menuju satu, seusai orang tua memberikan perintah. Apabila buah hati belum menjalankan instruksi saat hitungan tuntas, orang tua lantas menerapkan konsekuensi yang telah disepakati.
Owen, yang turut mengkaji strategi pengasuhan saat menjalani studi doktoralnya, menyatakan bahwa teknik tersebut didukung oleh bermacam riset terkait pengasuhan berbasis perilaku, di antaranya program 1-2-3 Magic, Triple P, The Incredible Years, serta The Kazdin Method.
Menurut Owen, keuntungan pertama dari metode ini yaitu menyampaikan peringatan secara tegas kepada anak sebelum konsekuensi diberikan agar mereka punya kesempatan untuk memperbaiki sikap.
Keuntungan kedua adalah menyediakan waktu bagi anak untuk menimbang pilihan serta mulai menuruti perintah. Ia menjelaskan bahwa umumnya anak memerlukan beberapa saat guna mengalihkan fokus dari kegiatan yang sedang dijalani.
Ketiga, metode ini menolong orang tua mencegah kebiasaan mengulang-ulang perintah. Jeda selama beberapa detik memberi kesempatan bagi anak untuk bereaksi tanpa gangguan lain.
Keempat, berhitung mundur menolong orang tua menjaga ketenangan saat menjumpai tingkah laku anak. Owen menganjurkan orang tua berhitung secara perlahan sambil mengambil napas dalam agar dapat mengelola emosi.
Kelima, praktik metode secara konsisten menolong anak mengerti kaitan antara perilaku serta konsekuensi. Dengan begitu, anak belajar menghargai batasan, sementara orang tua bisa meminimalkan konflik yang timbul di dalam proses pengasuhan.