Menko AHY Bahas Relokasi Kapal Ikan Benoa Demi Marina Internasional

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:01:01 WIB
Menko AHY Bahas Pemindahan Kapal Ikan Pelabuhan Benoa ke Jembrana [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membicarakan agenda relokasi armada kapal ikan di Pelabuhan Benoa, Bali, yang selanjutnya bakal diubah menjadi area marina berskala internasional.

“Tadi saya mendapatkan penjelasan dari Pelindo yang saat ini mengawal proses pengembangan Pelabuhan Benoa, salah satu yang harus dilakukan adalah relokasi dan penataan kapal-kapal perikanan yang ada di sebelah sana,” ujar AHY, sambil menunjuk ratusan kapal ikan yang ada di tempat itu.

Menko AHY tatkala meninjau lokasi penataan marina, Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) Pelabuhan Benoa, Denpasar, Selasa, menerangkan bahwa nantinya armada kapal ikan bakal dipindahkan menuju Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Jembrana.

Pembangunan marina tersebut berjalan bertahap dengan target rampung pada 2028 untuk menjadi pusat destinasi wisata bahari baru yang diproyeksikan menjaring wisatawan pencinta kapal pesiar dan kapal mewah.

“Direncanakan 2028, akhir 2028 akan benar-benar operasional secara keseluruhan, namun tahapan-tahapannya dimulai dari tempat kita berdiri ini, dan nanti akan terus dilakukan penataan secara profesional dan juga memenuhi asas-asas keberlanjutan,” ujarnya pula.

Kendati Pelabuhan Benoa yang mashur sebagai pusat industri perikanan tangkap bakal bertransformasi menjadi marina, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu mewanti-wanti untuk menjamin Bali kian berkembang dan pariwisatanya kian melejit, tanpa mengabaikan atau mengorbankan aspek kelestarian lingkungan hidupnya.

“Kita ingin menjaga alam Bali, menjaga budaya Bali, jadi pengembangan ini juga harus benar-benar memenuhi standar keberlanjutan, kita juga harus terus mendengar apa yang menjadi aspirasi masyarakat yang ada di sini,” ujar dia.

Apabila seluruh tahapan ini ditunaikan, termasuk mematuhi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), maka ia meyakini BMTH bakal menjadi sentra daya tarik baru.

“Dan mengapa tidak kalau visinya ini menjadi salah satu yang terbesar dan terbaik di Asia Tenggara, karena Indonesia sudah sepatutnya sebagai negara maritim dan negara kepulauan terbesar menjadi hub, menjadi daya tarik wisata bahari yang mendunia,” kata AHY lagi.

Kepala PPN Pengambengan Kartono mengimbuhi, kelak sebanyak lebih dari 700 kapal perikanan milik nelayan bakal digeser secara bertahap ke wilayah Jembrana.

“Sesuai dengan rencana di akhir bulan ini kontraknya, kemudian groundbreaking ini nanti di minggu ketiga bulan Agustus, kemudian untuk memindahkan kapal yang ada di sini sesuai dengan rencana juga nanti di 2027, seiring dengan fasilitas yang terbangun sudah siap,” kata dia.

Merujuk pada lini masa tersebut, maka diestimasi pada saat marina mulai beroperasi, seluruh kapal ikan beserta perkantoran perusahaannya telah rampung diboyong ke PPN Pengambengan.

Disinggung mengenai respons dari para pemilik perusahaan dan nelayan, Kartono mengonfirmasi proses sosialisasi telah berjalan sejak lama dan pihak terkait telah menyatakan kesiapan untuk direlokasi.

Ia menjamin hanya sarana pelabuhan saja yang mengalami pemindahan, sedangkan zona area tangkapan tetap sama.

Terkini

Empat Talenta Persipura Perkuat Indonesia All Stars

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:30:01 WIB

Emery dan Mings Kagum Antusiasme Masyarakat Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:25:31 WIB

Legenda Bulu Tangkis Bersama Lin Dan Gelar Shuttle Open

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:20:31 WIB

Pengamat Soroti Kualitas Pemain Pelapis Timnas Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:12:32 WIB