JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan pada penutupan perdagangan sesi pertama, Selasa (21/7/2026).
Indeks melesat 1,41 persen menuju posisi level 6.319,850.
Laju IHSG disokong oleh mayoritas indikator sektoral yang bergerak di zona hijau. Sektor properti bertindak selaku penopang terbesar dengan peningkatan 2,93 persen, kemudian diikuti sektor energi 2,75 persen, beserta sektor bahan baku 2,37 persen.
Selanjutnya, sektor teknologi terangkat 2,06 persen, sektor infrastruktur 1,92 persen, sektor industri 1,77 persen, sektor siklikal merangkak naik 0,83 persen, sektor transportasi 0,59 persen, sektor non-siklikal 0,52 persen, hingga sektor keuangan 0,49 persen.
Hanya sektor kesehatan yang mencatatkan pelemahan sebesar 1,39 persen.
Di jajaran saham yang membukukan penguatan paling tinggi, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memimpin usai melonjak 9,54 persen menuju angka Rp 436.
Pertumbuhan juga ditorehkan oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang menguat 8,58 persen ke posisi Rp 885, serta PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang melambung 7,54 persen ke level Rp 2.280.
Sebaliknya, pergerakan saham yang bertindak selaku pemberat dipimpin oleh PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang terkoreksi 3,24 persen ke posisi Rp 745.
Selanjutnya disusul PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang melandai 2,50 persen ke Rp 1.360, beserta PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang menyusut 1,15 persen ke level Rp 1.715.
Di sepanjang sesi, IHSG konsisten bergerak di zona hijau usai dibuka pada area 6.273,57, sempat menyentuh posisi terendah 6.247,35, hingga menggapai titik tertinggi pada kisaran 6.321,51.
Aktivitas transaksi perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) terbilang ramai dengan mengumpulkan volume transaksi hingga 30,96 miliar saham.
Nilai transaksi tercatat menyentuh Rp 11,07 triliun dengan frekuensi perdagangan mencapai 1.762.226 kali.
Dominasi saham ditutup dengan penguatan. Sebanyak 387 saham bertengger di zona hijau, 224 saham melandai, serta 181 saham bergerak stagnan.
Sementara itu, perolehan nilai kapitalisasi pasar BEI menembus Rp 11.035,94 triliun.