Registrasi SIM Biometrik Berlaku, XLSMART Optimistis Pelanggan Naik

Selasa, 21 Juli 2026 | 00:34:31 WIB
XLSMART Optimistis Pelanggan Tetap Tumbuh di Tengah SIM Biometrik [FOTO: NET].

JAKARTA— PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) merasa optimistis laju pertumbuhan bisnis beserta akuisisi pelanggan bakal tetap terjaga seiring dengan kian meningkatnya adopsi registrasi kartu SIM (SIM card) baru berbasis biometrik yang mulai diimplementasikan secara penuh pada 1 Juli 2026.

Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSMART Reza Mirza menyampaikan bahwa pihak perusahaan telah melangkah ke tahap penerapan penuh registrasi SIM card berbasis biometrik dengan tingkat kesiapan operasional yang matang, bermodalkan persiapan yang sudah dibangun semenjak tahun lalu.

“Kami optimistis momentum pertumbuhan bisnis dan akuisisi pelanggan akan terus terjaga seiring meningkatnya adopsi terhadap mekanisme baru ini,” kata Reza, Selasa (21/7/2026).

Reza menegaskan bahwa pihak XLSMART memberikan dukungan penuh atas implementasi kebijakan registrasi SIM card berbasis biometrik sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan iklim ekosistem telekomunikasi yang jauh lebih aman, tepercaya, serta akuntabel.

Dari sudut pandang bisnis, ia menambahkan, perusahaan menilai regulasi tersebut bakal menyumbang manfaat positif dalam jangka menengah hingga panjang lantaran sanggup mendongkrak mutu basis pelanggan (subscriber base), menekan risiko penyalahgunaan nomor seluler, hingga mendorong terciptanya pendataan pelanggan yang kian valid.

“Selain itu, kebijakan ini juga akan mendukung upaya meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan secara keseluruhan,” kata Reza.

XLSMART tercatat melayani hingga 69,4 juta pelanggan pada kurun kuartal I/2026.

Angka tersebut mengalami lonjakan sebesar 18% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang didorong oleh proses konsolidasi serta akuisisi pelanggan berkualitas pascaaksi merger.

Sementara itu, pihak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membeberkan bahwa akumulasi jumlah pelanggan yang telah menuntaskan registrasi biometrik sejak kurun Januari hingga Juli 2026 telah menembus 9,3 juta.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah mengungkapkan bahwa pemerintah mematok target sebanyak 18 juta pelanggan telah melakukan registrasi biometrik hingga pengujung tahun 2026.

“Untuk mengantisipasi perlambatan pertumbuhan pada awal implementasi kebijakan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah, antara lain mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya registrasi biometrik, mewajibkan registrasi biometrik bagi seluruh pelanggan baru, serta bekerja sama dengan operator seluler untuk melakukan sosialisasi secara masif melalui berbagai kanal media,” kata Edwin.

Menurut penuturan Edwin, indikator keberhasilan regulasi ini tidak semata diukur dari kuantitas pelanggan yang menuntaskan pendaftaran biometrik, melainkan juga dari sejauh mana tingkat penerimaan publik terhadap sistem tersebut.

Di samping itu, tolok ukur keberhasilan turut tecermin dari menyusutnya praktik penyalahgunaan nomor telepon serta berkurangnya aduan masyarakat seputar kasus penipuan maupun penyalahgunaan nomor.

Dirinya memaparkan bahwa mekanisme registrasi biometrik sanggup memagari penyalahgunaan data identitas pelanggan, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) maupun Nomor Kartu Keluarga (KK), lantaran proses registrasi hanya bisa diproses oleh pemilik sah dari identitas biometrik yang bersangkutan.

“Harapan dari Komdigi dengan registrasi biometrik maka dapat mengurangi jumlah nomor-nomor aktif menggunakan identitas tanpa hak, sehingga akan terlihat secara lebih real berapa jumlah nomor yang benar-benar digunakan untuk keperluan telekomunikasi di Indonesia,” kata Edwin.

Terkini