MLPT Resmi Stock Split 1:25, Patok Harga Teoritis Rp1.040 per Saham

Selasa, 21 Juli 2026 | 00:49:02 WIB
Multipolar Technology (MLPT) Stock Split, Harga Teoritis Rp1.040 [FOTO: NET].

JAKARTA — Entitas teknologi naungan Grup Lippo, PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT), secara resmi mengeksekusi pemecahan nilai nominal saham (stock split) mengusung rasio 1:25 serta mematok acuan harga teoritis Rp1.040.

Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Bursa Efek Indonesia Pande Made Kusuma Ari memaparkan bahwa berlandaskan Peraturan Nomor II-A terkait Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan merujuk surat PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) No. 049/MLPT/PDC/VII/2026 Tanggal 15 Juli 2026 mengenai Keterbukaan Informasi terkait Aksi Korporasi - Stock split - 15072016, pihak BEI telah menetapkan kisaran harga teoretis stock split MLPT.

"Penyesuaian harga teoretis, jumlah saham hasil stock split dan perubahan parameter saham MLPT dalam JATS akan dilaksanakan pada 21 Juli 2026," kata Pande dalam keterbukaan informasi, Senin (20/7/2026).

Adapun, pergerakan harga saham MLPT pada penutupan masa cum di pasar reguler dengan patokan nilai nominal lama Rp100,- per lembar saham pada tanggal 20 Juli 2026, bertengger pada level harga Rp25.950.

Dengan demikian, kalkulasi harga teoretis selaku pedoman tawar-menawar dan perhitungan Indeks Harga Saham di Bursa Efek Indonesia beserta Indeks Harga Saham (IHS) Individual MLPT dengan nominal baru Rp4 per lembar saham ditetapkan lewat formula Rp25.950 dibagi 25 yang menghasilkan angka Rp1.038.

Selanjutnya, tolok ukur harga teoretis saham MLPT yang disematkan pada sistem JATS bagi pasar reguler maupun negosiasi pada 21 Juli 2026 disesuaikan mengikuti ketentuan fraksi harga menjadi Rp1.040 per lembar.

Maka dari itu, penyesuaian patokan harga dasar perhitungan IHS individual saham MLPT ditetapkan berdasarkan formula 1.040 dibagi 25.950 kemudian dikalikan 480, sehingga menghasilkan harga dasar baru senilai Rp19,237.

Sebelumnya, MLPT mengeksekusi langkah pemecahan nilai nominal saham (stock split) berrasio 1:25 demi memperkuat likuiditas transaksi perdagangan saham sekaligus membuka ruang akses yang lebih lebar bagi pemodal ritel di arena pasar modal.

Jajaran manajemen menerangkan bahwa aksi stock split ini ditempuh supaya nilai harga saham MLPT menjadi jauh lebih terjangkau bagi investor ritel sekaligus memacu penambahan jumlah pemegang saham perseroan.

“Pemecahan saham dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham Perseroan serta menjadikan harga saham Perseroan lebih terjangkau bagi para investor ritel,” tulis manajemen MLPT, Kamis (21/5/2026).

Pada pergelaran aksi korporasi tersebut, MLPT memecah tiap satu lembar saham menjadi 25 saham baru.

Melalui skema ini, akumulasi jumlah saham beredar perseroan mekar dari yang semula 1,87 miliar lembar saham (1.875.000.000) melonjak menjadi 46,87 miliar lembar saham (46.875.000.000).

Di sisi lain, besaran nilai nominal saham MLPT bergeser dari awalnya Rp100 per saham menjadi Rp4 per saham.

Pihak manajemen menguraikan bahwa pelaksanaan stock split tidak akan mengikis nilai ekonomis ataupun proporsi hak kepemilikan pemegang saham lantaran proses penyesuaian dikerjakan secara proporsional berpatokan pada rasio pemecahan saham.

Di samping mendongkrak tingkat likuiditas perdagangan, MLPT menilai langkah stock split ini diharapkan sanggup membantu meredam gejolak volatilitas saham, menjaring minat investor baru, hingga memperkokoh daya saing perseroan di panggung pasar modal.

“Struktur kepemilikan saham Perseroan tetap terjaga, sementara harga per saham menjadi lebih terjangkau bagi investor,” pungkas manajemen.

Terkini