JAKARTA - Mantan pemegang sabuk juara Ultimate Fighting Championship (UFC) Sean O'Malley menyatakan siap menanti peluang pertarungan perebutan takhta juara kelas bantam (61,2 kg) menyusul hasil kemenangannya di panggung UFC White House.
"Petr adalah sang juara (kelas bantam UFC). Jika saya tidak mendapatkan kesempatan berikutnya, saya akan menunggu," kata O'Malley dalam laman MMA Fighting yang dipantau di Jakarta, Selasa (21/07/2026).
Dalam gelaran UFC White House pada 14 Juni lalu, O'Malley sukses membukukan hasil positif keduanya secara beruntun dengan menghentikan perlawanan Aiemann Zahabi pada ronde kedua.
Hasil manis ini kian mengukuhkan posisi O'Malley di jajaran terdepan persaingan sabuk kelas 135 pon, terlebih mengingat rekam jejaknya yang pernah menumbangkan sang juara bertahan, Petr Yan.
Ganjalan bagi O'Malley saat ini yakni Petr Yan masih memiliki agenda persaingan yang belum tuntas bersama Merab Dvalishvili, di mana keduanya berpeluang besar melakoni duel trilogi guna merampungkan perseteruan mereka.
Namun, andai laga trilogi tersebut terealisasi, O'Malley menegaskan bahwa dirinya tidak masalah untuk menanti giliran.
"Jika Petr mengalahkan Merab, maka saya akan melawan Petr. Bagaimana mungkin pertarungan itu tidak terjadi?" katanya.
O'Malley sebelumnya pernah menaklukkan Petr saat keduanya berhadapan di panggung UFC 280 pada tahun 2022 lewat keputusan juri yang memicu kontroversi.
Capaian kemenangan tersebut membuka jalan bagi petarung berjuluk "Suga" ini menuju duel perebutan gelar menantang Aljamain Sterling, yang berhasil ia menangkan sekaligus melambungkan namanya sebagai salah satu bintang papan atas di kancah seni bela diri campuran (MMA).
Pada laga pertahanan gelar perdananya, O'Malley sukses menuntaskan dendam atas Marlon “Chito” Vera, yang ia klaim sebagai bentrokan terbesar sepanjang sejarah perjalanan divisi tersebut.
Apabila Petr berhasil mengatasi Dvalishvili dan memuluskan rencana duel ulang mereka, sang mantan juara kelas bantam optimistis bentrokan tersebut bakal melampaui rekor laga terdahulu kontra Marlon.
"Dari segi angka, pendapatan tiket, (pertarungan saya melawan Marlon) itu adalah pertarungan kelas bantam terbesar dalam sejarah. Saya pikir pertarungan saya melawan Petr akan mengalahkan itu.”
Kendati demikian, sebelum melangkah ke sana, Petr dan Dvalishvili wajib merampungkan perselisihan mereka terlebih dahulu. Sang raja kelas bantam tersebut diketahui telah menepi dari arena sejak Desember 2025 usai menempuh prosedur operasi tulang belakang pascaduel kemenangan gelarnya.