JAKARTA - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menyampaikan bahwa program layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di lingkungan sekolah menemukan sebagian besar siswa menderita masalah gigi berlubang, anemia, hingga obesitas.
Deputi III Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI Kurnia Ramadhana pada jumpa pers di Jakarta, Rabu, mengungkapkan bahwa penggelaran CKG di sekolah-sekolah telah bergulir secara serentak sejak 4 Agustus 2025 dengan sasaran anak-anak rentang umur 7 hingga 17 tahun, di mana pada rentang 1 Januari sampai 14 Juli 2026 sebanyak 8.824.185 murid telah menjalani pemeriksaan kesehatan tersebut.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan periode 1 Januari hingga 14 Juli 2026, ada lima masalah kesehatan para peserta didik yang paling sering ditemukan. Pertama, 40,8 persen siswa mengalami gigi berlubang," katanya menjelaskan.
Di samping persoalan gigi berlubang, hasil cek kesehatan turut mendapati sebanyak 27,3 persen remaja putri menderita anemia, 27,7 persen murid mengalami kenaikan tekanan darah atau hipertensi, 6,9 persen mengidap gangguan impaksi telinga, serta 6,7 persen mengalami obesitas.
Ia memaparkan bahwa pihak pemerintah membidik sebanyak 50.255.073 murid dari 303.263 sekolah guna mengikuti CKG pada tahun ini, yang terdistribusi mencakup 184.714 siswa SD, 68.109 siswa SMP, 43.032 siswa SMA, 4.048 santri di pesantren, serta 3.360 murid di sekolah luar biasa (SLB).
Ia menyampaikan pula bahwa fasilitas layanan pada CKG sekolah meliputi pemantauan tingkat aktivitas fisik, skrining anemia bagi remaja putri, cek kesehatan mata, telinga, gigi, hingga kesehatan jiwa.
Program tersebut pada dasarnya ditujukan untuk mendeteksi secara dini potensi gangguan kesehatan anak, memberikan edukasi awal mengenai gaya hidup sehat, serta menunjang konsentrasi dan capaian prestasi belajar peserta didik.
"Jika kemudian ditemukan indikasi penyakit, orang tua bisa mendapatkan rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan dengan lebih cepat,” demikian Kurnia Ramadhana.