Profil Sudaryono, Dari Wamentan Jadi Kepala BGN

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:59:31 WIB
Profil Lengkap Sudaryono, Kepala BGN Baru Pilihan Prabowo [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto baru saja mengukuhkan mantan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu, guna menyukseskan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi membeberkan bahwasanya Presiden Prabowo Subianto memilih Sudaryono untuk mengisi posisi Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri akibat alasan kesehatan.

Sudaryono dipercaya menempati jabatan tersebut lantaran sejak mula telah terlibat aktif dalam perancangan konsep maupun pembahasan teknis Program MBG.

Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar lahir di Dusun Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada 23 Januari 1985 (berusia 41 tahun).

Sejak kecil, dirinya dikenal sebagai anak yang cerdas serta pekerja keras hingga kini berhasil mengangkat harkat derajat keluarganya. Sosoknya yang ulet itu pun cukup populer di lingkungan masyarakat karena aktif pada pelbagai organisasi yang menaungi rakyat kecil.

Mas Dar sempat pula menduduki posisi Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah. Ia aktif di bermacam organisasi, seperti Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Tani Merdeka Indonesia (TMI), Pembina DPP Pedagang Pejuang Indonesia Raya (PAPERA), hingga Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI). Sudaryono juga merupakan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Pendidikan yang Mengubah Jalan Hidup

Terlahir dari latar belakang keluarga petani, Sudaryono berangkat dari riwayat hidup yang tidak mudah. Orang tuanya tak memiliki lahan sendiri dan sebatas menjadi buruh tani di sawah milik orang lain. Kendati demikian, kondisi tersebut tak menyurutkan langkahnya untuk mengenyam pendidikan.

Pada laman portal pribadinya, ia mengisahkan bahwa setiap hari mesti memikul ember air di pundaknya dari sumur desa menuju kediamannya sejauh hampir satu kilometer, mengingat desanya kerap dilanda krisis air bersih, terlebih saat memasuki musim kemarau.

Sebagai anak petani, gairah belajarnya amat tinggi sejak belia. Usai waktu subuh, ia selalu menyempatkan diri untuk belajar mandiri sebelum menyimak penjelasan dari guru di sekolah. 

Hal itu yang lantas mengantarkannya makin berprestasi di sekolah, hingga berhasil menjadi siswa beruntung yang menimba ilmu di SMA Taruna Nusantara dan lulus sebagai lulusan terbaik pada tahun 2003.

Sudaryono melanjutkan studinya pada tahun 2004 lewat jalur beasiswa di Akademi Pertahanan Nasional Jepang. 

Ia mendalami bidang teknik mesin hingga meraih gelar Bachelor of Engineering pada 2009, lalu menempuh pendidikan di Universitas Swiss German, Tangerang, pada tahun 2015 untuk program gelar ganda Magister Manajemen dan Master of Business Administration, dan lulus pada tahun 2018.

Berikutnya, ia menempuh jenjang pendidikan doktoral manajemen dan bisnis di Institut Pertanian Bogor pada tahun 2020 dan berhasil menyandang gelar doktor pada tahun 2025.

Perjalanan Karier

Sudaryono pada awalnya bekerja sebagai asisten pribadi Prabowo Subianto selama kurun waktu lima tahun dari 2009 hingga 2014, sebelum akhirnya mengawali karier profesionalnya sejak tahun 2014 sebagai Corporate Secretary di Nusantara Energy.

Ia lantas dipercaya menjadi Direktur Utama Garuda TV pada 2018. Sudaryono juga pernah memegang posisi sebagai Direktur Utama PT Nusantara Telematics System sejak 2019, serta Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma sejak 2020.

Ia kemudian dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian oleh Presiden Joko Widodo pada 18 Juli 2024.

Visi Besar Membangun Pertanian dan Swasembada Pangan

Dalam pelbagai penyampaian sambutannya kala berkunjung menyapa warga, Sudaryono berulang kali menekankan pentingnya mendirikan sektor pertanian Indonesia yang mandiri dan mewujudkan swasembada pangan, yang beriringan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto.

Pengalaman menempuh studi di Jepang serta melihat bagaimana pemanfaatan teknologi pada sistem pertanian mampu mengubah taraf hidup banyak orang menjadi bekal berharga baginya dalam merumuskan beragam kebijakan yang memberi imbas luas bagi seluruh petani di Indonesia.

Pada sebuah kesempatan, ia menegaskan bahwa sebelum Presiden Prabowo dilantik, tata kelola pupuk diampu oleh sangat banyak kementerian serta mesti melibatkan ratusan bupati dan gubernur, disertai 145 regulasi yang mengikat.

 Peraturan yang rumit tersebut lantas dipangkas dan disederhanakan oleh Presiden menjadi satu regulasi tunggal.

"Bagaimana pupuk daftarnya oleh Kementerian Pertanian, daftar diberikan ke Pupuk Indonesia, dan Pupuk Indonesia mendistribusikan langsung kepada petani, tidak menambah anggaran, tidak membebani APBN, tidak membebani siapapun dan berdampak kepada 115 juta petani di Indonesia. Secarik kertas bisa memberikan harga pupuk lebih murah 20 persen," kata Sudaryono.

Terkini

Empat Talenta Persipura Perkuat Indonesia All Stars

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:30:01 WIB

Emery dan Mings Kagum Antusiasme Masyarakat Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:25:31 WIB

Legenda Bulu Tangkis Bersama Lin Dan Gelar Shuttle Open

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:20:31 WIB

Pengamat Soroti Kualitas Pemain Pelapis Timnas Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:12:32 WIB