Kementan: 80 Persen Kebutuhan Kelapa Malaysia Dipasok Indonesia

Rabu, 22 Juli 2026 | 00:57:31 WIB
Kementan Sebut Malaysia Gantungkan 80 Persen Kelapa dari Indonesia [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan bahwasanya Malaysia masih mengantongi ketergantungan yang tinggi terhadap pasokan buah kelapa dari Indonesia, di mana berkisar 80 persen kebutuhan negara tetangga tersebut disuplai dari tanah air.

Pengawas Mutu Hasil Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan Agus Rosyid menyampaikan bahwa tingginya ketergantungan Malaysia terhadap pasokan kelapa Indonesia menjadi momentum guna memperkuat pembinaan industri kelapa nasional, terkhusus melalui skema hilirisasi.

"Malaysia itu hampir 80 persen kebutuhan kelapanya dipenuhi dari Indonesia. Bahkan, dua tahun lalu ketika mereka mengalami kekurangan bahan baku, mereka sempat datang ke kementerian meminta agar tidak ada larangan ekspor kelapa karena khawatir kebutuhan industrinya tidak terpenuhi," ujarnya dalam diskusi pengembangan hilirisasi kelapa di Jakarta, Rabu (22/07/2026).

Menurut pandangannya, tingginya lonjakan permintaan pasar regional maupun internasional mengindikasikan adanya peluang besar bagi Indonesia untuk mendongkrak nilai tambah komoditas kelapa.

Sederet produk turunan kelapa yang memiliki prospek pasar cerah di antaranya santan, coconut milk, minyak kelapa, virgin coconut oil (VCO), hingga aneka olahan pendukung lainnya.

Oleh karena itu, pemerintah mendorong supaya kegiatan ekspor kelapa tidak lagi didominasi oleh bentuk komoditas mentah, melainkan barang olahan bernilai tambah tinggi, sehingga keuntungan ekonomi dapat dirasakan lebih banyak di dalam negeri.

Merujuk pada data International Coconut Community (ICC) dan Kementan pada tahun 2023, Indonesia menduduki posisi produsen kelapa terbesar kedua di dunia setelah Filipina.

Volume produksi kelapa nasional menembus angka 2,87 juta ton setara kopra dengan bentangan areal perkebunan mencapai 3,34 juta hektare atau menyumbang sekitar 24 persen dari total produksi kelapa global.

Sementara itu, Filipina memimpin di posisi puncak dengan catatan produksi berkisar 3,18 juta ton setara kopra atau 27 persen dari produksi dunia lewat luas lahan sekitar 3,6 juta hektare.

Agus mengutarakan mayoritas lahan perkebunan kelapa di Indonesia tergolong sebagai perkebunan rakyat.

Sekitar 98 persen area kebun kelapa dikelola langsung oleh para petani dengan jumlah pengelola menembus 5,5 juta jiwa.

Berdasarkan data ICC dan Kementan, dari total keseluruhan luas perkebunan kelapa nasional, sekitar 2,55 juta hektare atau 76,5 persen merupakan lahan tanaman menghasilkan.

Potensi akumulasi nilai tambah kelapa juga dinilai teramat besar lewat pemanfaatan seluruh bagian tanaman, mulai dari sabut, tempurung, daging, hingga air kelapa, dengan potensi nilai tambah sanggup menyentuh 6,55 miliar dolar AS.

Adapun berpatokan pada data ICC, torehan nilai ekspor komoditas kelapa Indonesia pada 2022 berhasil membukukan angka sekitar 2,11 miliar dolar AS.

Meskipun begitu, Kementan mencatat bahwasanya luas wilayah dan total produksi kelapa nasional mengalami tren penurunan akibat beragam kendala, seperti alih fungsi lahan menuju komoditas lain, serangan hama, serta fluktuasi harga kelapa yang belum stabil di tingkat petani.

"Ketika harga kelapa rendah cukup lama, petani akhirnya melirik komoditas lain yang dianggap lebih menjanjikan seperti sawit karena harganya lebih stabil," ucap Agus.

Di samping itu, angka produktivitas kelapa nasional hingga kini dinilai belum maksimal. Saat ini, tingkat produktivitas rata-rata kelapa nasional masih berada pada kisaran 1,1 ton per hektare, terbilang jauh di bawah potensi optimal yang sejatinya dapat menyentuh 3,5 hingga 5 ton per hektare.

Guna mendongkrak daya saing komoditas tersebut, pemerintah memformulasikan agenda hilirisasi kelapa lewat perluasan kawasan seluas 151.554 hektare pada 2026 dengan alokasi anggaran mencapai Rp427 miliar.

Program tersebut bakal didistribusikan ke 28 provinsi yang mencakup pembinaan kawasan produksi, pengadaan bibit unggul, peningkatan produktivitas, serta pemantapan jalur rantai pasok.

Kementan menargetkan agenda hilirisasi tersebut mampu mendongkrak nilai tambah kelapa sekaligus memperkokoh posisi Indonesia pada lanskap pasar global.

Terkini

Empat Talenta Persipura Perkuat Indonesia All Stars

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:30:01 WIB

Emery dan Mings Kagum Antusiasme Masyarakat Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:25:31 WIB

Legenda Bulu Tangkis Bersama Lin Dan Gelar Shuttle Open

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:20:31 WIB

Pengamat Soroti Kualitas Pemain Pelapis Timnas Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:12:32 WIB