Permintaan Pertalite Naik, Ini Langkah Antisipasi Pertamina Patra Niaga

Rabu, 22 Juli 2026 | 02:17:01 WIB
Konsumsi Pertalite Melesat, Pertamina Patra Niaga Siapkan Langkah Ini [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga memformulasi sejumlah langkah guna mengantisipasi kenaikan permintaan Pertalite seiring migrasinya konsumsi masyarakat dari bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pascapenyesuaian harga pada April 2026.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengutarakan bahwa perseroan terus memantau serta mengevaluasi penyaluran Pertalite setiap hari demi menjamin distribusi tetap tepat sasaran dan selaras dengan mandat pemerintah.

Menurut pandangannya, hingga saat ini belum terlihat indikasi bahwa penyaluran Pertalite bakal melebihi asumsi yang telah dipatok. Fokus utama korporasi yakni mengawal distribusi agar tetap sesuai dengan regulasi.

"Pertamina tetap menjaga penyaluran Pertalite supaya tepat sasaran dan sesuai penugasan dari pemerintah termasuk memonitor dan mengevaluasi penyaluran secara harian," katanya, Rabu (22/7/2026).

Guna mengantisipasi potensi lonjakan permintaan dalam jangka panjang, Pertamina Patra Niaga turut memperketat pengawasan distribusi bersama regulator dan para pemangku kepentingan untuk meredam potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Adapun mengenai peluang penambahan kuota Pertalite bilamana konsumsi terus merangkak naik, Roberth menyampaikan bahwa Pertamina bakal patuh pada arahan kebijakan pemerintah lewat koordinasi intensif bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Menurutnya, konsolidasi tersebut diperlukan guna merumuskan langkah strategis apabila realisasi penyaluran kian mendekati batas kuota yang ditetapkan dalam APBN.

"Pertamina selalu berkoordinasi dengan pemerintah, Kementerian ESDM, dan BPH Migas untuk menentukan langkah strategis yang diambil," katanya.

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga membeberkan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi atau jenis bahan bakar umum (JBU) pada 18 April 2026 memicu pergeseran perilaku konsumsi masyarakat ke arah BBM bersubsidi.

Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengutarakan pergeseran pola tersebut tecermin dari komposisi konsumsi BBM nasional sepanjang beberapa bulan belakangan.

Berdasarkan pemaparannya, konsumsi Pertalite beserta Biosolar merangkak naik usai penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Pada Juli 2026, tingkat konsumsi kedua jenis BBM bersubsidi tersebut melonjak sekitar 9,4%.

"Sejak Pertamina melakukan penyesuaian harga khususnya BBM JBU per 18 April yang lalu, telah terjadi perubahan perilaku konsumen untuk konsumsi BBM yang saat ini terjadi peningkatan konsumsi BBM khususnya produk BBM PSO baik itu Pertalite maupun Biosolar," ujarnya dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI pekan lalu.

Eko menjelaskan bahwa migrasi paling signifikan terjadi pada konsumsi bensin. Pada rentang Januari sampai Mei 2026, proporsi Pertalite menyumbang 75,4% dari total konsumsi bensin nasional. Per Juli 2026, pangsa konsumsi Pertalite merangkak naik menyentuh kisaran 80,5%.

Terkini

Empat Talenta Persipura Perkuat Indonesia All Stars

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:30:01 WIB

Emery dan Mings Kagum Antusiasme Masyarakat Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:25:31 WIB

Legenda Bulu Tangkis Bersama Lin Dan Gelar Shuttle Open

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:20:31 WIB

Pengamat Soroti Kualitas Pemain Pelapis Timnas Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:12:32 WIB