Rekomendasi Saham dan Proyeksi IHSG Perdagangan Rabu 22 Juli 202

Rabu, 22 Juli 2026 | 04:41:01 WIB
IHSG Berpeluang Menguat Terbatas, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini [FOTO: NET].

JAKARTA - Rangkaian analis mengestimasikan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berpeluang menguat secara terbatas sekaligus menyodorkan rekomendasi saham unggulan pada sesi perdagangan Rabu (22/7/2026).

Merespons data BEI pada Selasa (21/7/2026), IHSG ditutup melesat 1,74 persen menuju level 6.340,02. Sepanjang kurun waktu perdagangan, indeks bergerak pada rentang 6.247,35—6.340,02. Dari jajaran ratusan emiten, terhitung 439 saham menguat, 221 saham tergerus, serta 305 saham stagnan.

Saham-saham dalam naungan Happy Hapsoro kompak mencatatkan penguatan, mencakup PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) yang terangkat 8,02 persen ke Rp1.010, PT Sanurhasta Mitra Tbk. (MINA) melonjak 5,59 persen ke Rp302, PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) naik 4,92 persen ke Rp960, serta PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) merangkak 3,12 persen ke posisi Rp5.125.

Melihat Grup Prajogo Pangestu, tren penguatan dialami oleh PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang melesat 4,17 persen ke Rp3.500, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) menguat 3,33 persen ke Rp1.860, serta PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) melonjak 9,02 persen ke Rp725.

Di samping itu, penguatan turut diraih oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang melompat 9,70 persen ke Rp735, PT Petrosea Tbk. (PTRO) merangkak 8,50 persen ke Rp4.470, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) terangkat 6,13 persen menuju Rp2.250.

Kondisi senada dialami deretan saham Anthoni Salim, meliputi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) yang naik 1,45 persen ke Rp7.000, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. 

(INDF) terangkat 0,74 persen ke Rp6.850, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) menguat 1,13 persen ke Rp1.340, serta PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) naik 0,89 persen menuju Rp565.

Tim riset MNC Sekuritas menguraikan bahwa pada skenario hitam, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave iii dari wave (c) dari wave [iv]. Hal tersebut menandakan IHSG masih menyimpan peluang untuk melanjutkan penguatannya guna menguji area 6.355–6.398.

"Namun, cermati adanya potensi koreksi dalam jangka pendek untuk menguji 6.274-6.307," seperti dikutip dalam riset MNC Sekuritas, Rabu (22/7/2026).

Pihak analis memproyeksikan batas support IHSG bertengger di area 6.111 dan 5.839, serta porsi resistance berada pada rentang 6.377 dan 6.599.

MNC Sekuritas menyodorkan rekomendasi bagi investor untuk mempertimbangkan opsi buy on weakness pada saham PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), dan PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM), serta skema trading buy untuk emiten PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS).

IHSG Antisipasi Suku Bunga BI

Temuan hasil survei BIG Consensus Insights yang dirancang DataIndonesia, bagian dari Bisnis Indonesia Group, memperlihatkan 10 dari 18 ekonom dan analis atau setara 55,56 persen memprediksikan BI bakal mengerek BI Rate. 

Di sisi lain, delapan responden sisanya atau 44,44 persen memperkirakan bank sentral bakal mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75 persen.

Titik tengah (median) dari proyeksi responden berada di level 6 persen, yang secara langsung mengindikasikan adanya potensi kenaikan setinggi 25 basis poin dibanding posisi terkini.

Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi memprediksi seandainya suku bunga kembali dipatok naik, maka IHSG berisiko kembali tertekan ke kisaran 6.000—6.100. 

Sebaliknya, apabila BI menahan suku bunga sembari menebar sinyal dovish ke pasar, IHSG memiliki kans untuk merangkak naik menuju level 6.400—6.500.

”Jika naik lagi, tekanan balik ke 6.000—6.100. Higher for longer hingga akhir tahun [membuat] upside terbatas. Base case IHSG masih 6.000—6.500. Penentu terbesar tetap MSCI November, bukan level BI Rate,” tegas Wafi saat dihubungi, Selasa (21/7/2026).

IHSG Dibuka di Zona Hijau ke 6.366

Merujuk pada catatan data IDX Mobile pada pukul 09.10 WIB, IHSG tercatat menguat 0,47 persen ke level 6.365,71 usai dibuka di posisi 6.366,01.

Sebanyak 321 saham bergerak naik, 212 saham melemah, serta 432 saham tidak mengalami pergerakan atau stagnan. Adapun nilai kapitalisasi pasar berada di angka Rp11.133 triliun.

Terkini