MEJA Gelar RUPSLB 21 Agustus 2026, Minta Restu Akuisisi Aset Batu Bara

Rabu, 22 Juli 2026 | 05:26:01 WIB
Harta Djaya Gelar RUPSLB untuk Restu Akuisisi Tambang Batu Bara [FOTO: NET].

JKAARTA - PT Harta Djaya Karya Tbk. (MEJA) bakal melangsungkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang ketiga pada 21 Agustus 2026 mendatang terkait rencana pengambilalihan perusahaan batu bara.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi, jajaran manajemen MEJA memaparkan bahwa agenda RUPSLB ketiga ini ditujukan untuk memohon persetujuan para pemegang saham mengenai rencana perseroan mengalap perusahaan tambang batu bara PT Trimata Coal Perkasa (TCP).

Tidak hanya itu, MEJA pun bakal mengkaji agenda penambahan modal via Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue serta agenda pergeseran lini usaha perseroan menjadi entitas induk.

"Dalam RUPSLB Ketiga tersebut, Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham atas mata acara Persetujuan Pemberian Kuasa kepada Direksi untuk melaksanakan penambahan modal dasar Perseroan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Mata acara tersebut merupakan salah satu langkah strategis untuk mendukung rencana aksi korporasi Perseroan, termasuk persiapan Right Issue dalam rangka rencana akuisisi TCP," tulis Direksi MEJA, dikutip Rabu (22/7/2026).

Pada saat ini, MEJA sedang menuntaskan tahapan audit laporan keuangan untuk periode Juni 2026 guna menopang rencana aksi korporasi tersebut. Perseroan turut memproses penunjukan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) beriringan dengan agenda perubahan lini usaha MEJA menjadi perusahaan induk.

Penetapan KJPP ini menjadi bagian dari tahapan penilaian independen yang dibutuhkan untuk menyokong skema pergeseran aktivitas usaha sekaligus memastikan tiap tahapan dieksekusi secara prudent, transparan, dan selaras dengan regulasi pasar modal.

Pihak Direksi MEJA menyampaikan bahwa pergeseran bidang usaha menjadi entitas induk bertindak sebagai bagian transformasi perseroan seiring realisasi akuisisi TCP.

Perseroan menegaskan bakal konsisten melaporkan setiap pergerakan material terkait eksekusi rights issue, tahapan akuisisi TCP, hingga pergeseran lini usaha sesuai dengan regulasi keterbukaan informasi di industri pasar modal.

Sebagai catatan informasi, MEJA berfokus pada lini bisnis dekorasi eksterior, dekorasi interior, aktivitas perancangan peralatan rumah tangga dan furnitur, hingga konstruksi gedung perkantoran, hunian, serta bangunan lainnya.

Sementara itu, PT Trimata Coal Perkasa merupakan entitas bisnis batu bara beraset raksasa di kawasan Sumatra Selatan dengan luas konsesi menembus sekitar 11.640 hektare.

Kandungan sumber daya tambang tersebut menyentuh angka 693,7 juta ton merujuk pada laporan konsultan independen Faan Grobelaar & Associates asal Afrika Selatan. 

Rangkaian operasional TCP diproyeksikan mulai memproduksi batu bara pada 2026 dan telah memegang standby buyer, yaitu Argo Energy Pte. Ltd. yang terafiliasi dengan Banpu Group lewat ikatan kontrak berdurasi satu tahun.

Terkini