Kemenpar Lirik Peluang Kembangkan Paket Wisata Musik K-Pop

Rabu, 22 Juli 2026 | 05:35:32 WIB
Kemenpar Siap Garap Paket Wisata Musik K-Pop Gaet Wisman [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pariwisata mencermati potensi besar dalam menggarap paket wisata musik berbasis K-Pop untuk mendongkrak durasi kunjungan wisatawan ke aneka destinasi prioritas, terutama wilayah penopang Jakarta (greater Jakarta).

"Kementerian Pariwisata terbuka untuk berkolaborasi dengan asosiasi Industri Biro Perjalanan Wisata seperti ASITA, AITTA, ASTINDO, dan IINTOA untuk mengembangkan paket konser musik," kata Juru Bicara Kemenpar Nia Niscaya, Rabu (22/07/2026).

Nia memandang paket perjalanan berbasis konser K-Pop berpotensi menarik lebih banyak wisatawan mancanegara ke Tanah Air. Sektor pariwisata domestik semestinya menangkap maraknya pergelaran konser K-Pop sebagai penggerak roda pariwisata.

Kementerian Pariwisata meyakini pentas musik internasional bertindak sebagai akselerator acara pariwisata yang memberi imbas ekonomi berlipat, sekaligus menjadi momentum strategis mempromosikan destinasi nasional ke kancah global.

Pelaksanaan konser K-Pop di bermacam kota utama Indonesia dipandang memberi dampak kuat bagi perekonomian nasional serta membendung kebocoran devisa, sebab para loyalis K-Pop di dalam negeri yang terhitung masif tak perlu bertolak ke luar negeri demi menyaksikan idola mereka.

Ia memberi gambaran pada rencana agenda konser BTS selama tiga hari di tanggal 26, 27, dan 29 Desember yang diproyeksikan sanggup mendatangkan 18.000 wisatawan mancanegara, dengan rata-rata belanja tiap wisman menembus 380,1 dolar AS atau setara Rp6,7 juta.

"Bila dihitung, maka target potensi devisa yang dihasilkan dari pelaksanaan konser BTS sebesar 6,6 juta dolar Amerika atau Rp120,6 miliar itu pun belum termasuk pembelian merchandise dan F&B," katanya.

Di samping itu, helatan konser K-Pop di Jakarta mendatangkan keuntungan signifikan berupa perputaran uang yang dibelanjakan ribuan penonton untuk perolehan tiket, akomodasi, konsumsi, transportasi, komunikasi, hingga cenderamata.

Aliran dana tersebut di antaranya bakal masuk ke kas negara lewat penerimaan pajak dan sewa tempat (GBK) kepada entitas pengelola aset negara.

Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata siap merangkul asosiasi industri dan biro perjalanan wisata demi merancang paket wisata konser musik (concert tourism) yang terpadu, mulai dari tiket acara, transportasi, tempat menginap, hingga paket atraksi wisata.

Lewat sinergi ini, para wisatawan diharapkan tak sekadar datang untuk menonton pertunjukan, namun turut memperpanjang masa tinggal (length of stay) serta mengerek pengeluaran wisata demi menghadirkan efek pengganda bagi perekonomian yang lebih luas.

Nia pun menegaskan Kementerian Pariwisata bakal terus mengokohkan koordinasi dengan pelbagai pemangku kepentingan untuk menyederhanakan perizinan pergelaran event skala besar.

"Saat ini peran Kemenpar adalah mendukung penyelenggaraan sebuah event dengan mengeluarkan surat rekomendasi/keterangan dukungan untuk event skala internasional sebagai salah satu dokumen wajib untuk pengajuan izin keramaian," ujarnya.

Di sisi lain, Kementerian Pariwisata turut memacu promosi destinasi wisata Indonesia ke mancanegara, khususnya menyasar wisatawan asal Korea Selatan via penyelenggaraan konser internasional idol K-Pop.

Apalagi, konser musik yang menghadirkan idol K-Pop sangat digandrungi wisatawan milenial dan Gen Z, yang merupakan porsi terbesar dari segmen pelancong Korea yang berkunjung ke Indonesia.

Terkini