Soal Universitas Republik Indonesia, Komisi X DPR Tak Tahu Menahu

Kamis, 23 Juli 2026 | 18:08:01 WIB
Komisi X DPR Mengaku Belum Pernah Bahas Pembentukan Kampus URI [FOTO: NET].

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani membeberkan bahwa Komisi X DPR sampai saat ini belum pernah mengulas pembentukan Universitas Republik Indonesia (URI), kendati pihak pemerintah telah meresmikan lembaga pendidikan baru tersebut.

Politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa tersebut menyampaikan bahwa Komisi X pun belum memperoleh penjelasan resmi terkait payung hukum, tugas pokok, fungsi, hingga alokasi anggaran URI.

"Komisi X DPR RI hingga kini belum pernah membahas pembentukan Universitas Republik Indonesia (URI), baik dalam rapat maupun agenda resmi," ujar Lalu Hadrian kepada wartawan, Kamis (23/7/2026).

"Kami belum menerima penjelasan formal mengenai dasar hukum, tugas, fungsi, maupun anggarannya," lanjut dia.

Menurut pertimbangan Lalu Hadrian, pemerintah mesti mampu membuktikan urgensi pendirian URI di tengah berdirinya deretan perguruan tinggi negeri (PTN) serta lembaga kedinasan yang selama ini konsisten mencetak kader pemimpin bangsa.

Ia turut mendesak pemerintah guna menjamin kehadiran URI tidak memicu tumpang tindih fungsi dengan institusi pendidikan yang sudah ada sebelumnya.

"Menurut kami, pemerintah wajib membuktikan nilai tambah URI di tengah banyaknya PTN dan lembaga kedinasan yang sudah mencetak pemimpin, serta menjamin tidak ada duplikasi peran," ujar Lalu Hadrian.

Kendati demikian, Lalu Hadrian menegaskan bahwa Komisi X bakal tetap mengontrol dan menjalankan fungsi pengawasan atas rencana pembangunan 10 kampus URI serta penggunaan dananya apabila agenda pembahasan resmi telah dimulai.

"Terkait rencana 10 URI dan pengawasan anggaran, kami tentu akan menjalankan fungsi tersebut secara akuntabel apabila pembahasan resmi telah berlangsung, namun saat ini kami masih menunggu keterangan dari pemerintah, mungkin pada saat Raker dengan Kemendiktisaintek masa sidang depan, agar kebijakan ini tidak menimbulkan pertanyaan dan polemik di masyarakat," kata dia.

Prabowo bentuk Universitas Republik Indonesia

Dilaporkan sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendirikan lembaga anyar Universitas Republik Indonesia (URI) guna menggembleng calon pejabat pemerintahan.

Institusi tersebut dipimpin oleh Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto selaku Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) berdampingan dengan Yos Sunitiyoso sebagai wakilnya.

Usai agenda pelantikan pada Rabu (22/7/2026), Donny menerangkan bahwa URI merupakan lembaga baru di ranah pendidikan. URI bakal berfokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia, terutama untuk mencetak calon pemimpin bangsa.

"Jadi mungkin perlu saya sampaikan ini karena ini lembaga baru, mungkin pada belum dengar. Jadi Bapak Presiden ini sangat concern dengan sumber daya manusia, terutama untuk pemimpin Indonesia di masa depan khususnya," ucap Donny di Kompleks Istana.

Berdasarkan penuturan Donny, Kepala Negara berkeinginan mengonsolidasikan sekaligus mengintegrasikan jajaran pendidikan yang telah tersedia saat ini. URI bakal membawahi tiga institusi, yakni Badan Pengelola Sekolah Unggulan, Badan Pengelola Perguruan Tinggi, dan Lembaga Administrasi Negara (LAN).

"Jadi ini bentuknya memang universitas, ada universitasnya, ada SMA, ada LAN," ujar dia.

Di ranah pendidikan tinggi, Donny menyebutkan bahwa pemerintah hendak membangun 10 kampus URI, sementara pada tingkatan sekolah menengah, Donny menyampaikan URI bakal mengelola Sekolah Unggul Garuda.

"Kalau SD-SMP itu kan di kementerian Dikdasmen. Yang kita kelola, tidak semua SMA juga, hanya yang SMA-SMA Unggulan Garuda saja. Kalau SMA-SMA yang lain tetap seperti biasa," tutur dia.

Oleh sebab itu, ia memastikan jajaran URI juga akan berkoordinasi secara aktif dengan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek) serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

"Kita yang mengelola tapi regulasi-regulasi tetap dari kementerian Dikti. Jadi kita tetap bekerja sama dengan kementerian Dikdasmen ya untuk SMA ya. Jadi ini bentuknya memang universitas, ada universitasnya, ada SMA, ada LAN," ujar dia.

Mengenai keberadaan LAN, Donny menguraikan institusi tersebut bakal diintegrasikan serta ditambah cakupan tugas dan fungsinya agar tidak sekadar membeberkan pembinaan pada ASN, melainkan juga menyasar BUMN.

"Jadi itu akan terintegrasi dari lulusan SMA yang bagus-bagus, kemudian akan masuk ke perguruan tinggi, dan kemudian masuk kepada pemerintahan ataupun kepada BUMN," kata Donny.

Melalui kehadiran URI, diharapkan sanggup melahirkan generasi calon pimpinan bangsa yang memiliki karakter kuat, integritas tinggi, serta berjiwa nasionalis.

"Nah, ini diharapkan juga seperti itu juga, kita akan mendidik, melatih baik karakternya ataupun pemikirannya, managerial skill akan kita berikan penanaman kepada mereka sehingga akan bisa menjadi pemimpin di masa depan," ujar Donny.

Terkini

Empat Talenta Persipura Perkuat Indonesia All Stars

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:30:01 WIB

Emery dan Mings Kagum Antusiasme Masyarakat Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:25:31 WIB

Legenda Bulu Tangkis Bersama Lin Dan Gelar Shuttle Open

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:20:31 WIB

Pengamat Soroti Kualitas Pemain Pelapis Timnas Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:12:32 WIB