RI dan Korsel Bahas Kemitraan Strategis Sertifikasi Halal

Kamis, 23 Juli 2026 | 18:50:02 WIB
RI-Korsel Bahas Penguatan Sertifikasi Halal dan Logistik Digital [FOTO: NET].

JAKARTA - Indonesia dan Korea Selatan mengulas kemitraan strategis yang diproyeksikan sanggup memperkokoh sistem sertifikasi halal, mendongkrak kapasitas kelembagaan, serta menopang laju perdagangan produk halal yang makin aman, terpercaya, dan berdaya saing global.

Diskusi kerja sama di bidang teknologi jaminan produk halal serta skema pengembangan logistik halal berbasis digital tersebut diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) berdampingan dengan Korea Agency of HACCP Accreditation and Services (KAHAS), Korea Halal Certification Center (KHCC), GL Halal Center (GLHAC), beserta jajaran perwakilan industri Korea Selatan.

Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan dalam keterangannya yang diterima di Denpasar, Bali, menggarisbawahi bahwa penguatan aspek teknologi menjadi salah satu faktor esensial dalam penyelenggaraan jaminan produk halal.

Menurut pertimbangannya, terobosan digital dapat difungsikan tidak hanya demi memacu efektivitas sistem sertifikasi halal, tetapi juga untuk menjamin integritas produk halal di sepanjang rantai pasok lewat pengembangan halal logistics.

“Kolaborasi di bidang teknologi merupakan hal yang sangat baik. Selain memanfaatkan inovasi digital, kami juga dapat memperluas kerja sama pada pengembangan halal logistics. Dengan demikian, jaminan kehalalan produk dapat terpelihara sejak proses produksi, penyimpanan, hingga distribusi kepada konsumen,” jelas Haikal.

Halal logistics, imbuhnya, menjadi salah satu elemen vital dalam ekosistem halal lantaran menjamin produk halal tetap terlindungi dari risiko kontaminasi di sepanjang tahapan penyimpanan, pengangkutan, hingga proses distribusi.

Penguatan pada ranah ini dinilai kian strategis seiring menanjaknya volume perdagangan produk halal lintas negara yang menuntut mekanisme pengawasan yang lebih ampuh dan terdata rapi.

Sementara itu, Direktur Korea Halal Certification Center (KHCC) Seo Yeon Beom membeberkan ragam terobosan teknologi guna menyokong sistem jaminan keamanan pangan.

Salah satu bentuknya yaitu pengaplikasian SMART HACCP, yakni sistem tata kelola keamanan pangan berbasis teknologi digital yang sanggup menjalankan analisis serta pengendalian Critical Control Point (CCP) secara lebih terarah.

Sistem tersebut ditopang oleh teknologi sensor yang memungkinkan tahapan pengawasan berjalan secara real time dan lebih presisi sehingga memperketat jaminan keamanan pangan.

Menurut penilaian Seo, skema pendekatan ini juga mengantongi potensi besar untuk menyokong penerapan halal logistics yang menjadi salah satu kebutuhan krusial dalam kancah perdagangan produk halal dunia.

Ia pun menerangkan bahwasanya pengembangan sistem halal di Korea Selatan, selain berorientasi pada pemenuhan kriteria halal, turut mengedepankan aspek perlindungan konsumen.

“Konsep halal products juga mencakup perlindungan konsumen. Halal berarti produk yang bersih, aman, dan dapat dipercaya,” ujar Seo.

Terkini

Empat Talenta Persipura Perkuat Indonesia All Stars

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:30:01 WIB

Emery dan Mings Kagum Antusiasme Masyarakat Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:25:31 WIB

Legenda Bulu Tangkis Bersama Lin Dan Gelar Shuttle Open

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:20:31 WIB

Pengamat Soroti Kualitas Pemain Pelapis Timnas Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:12:32 WIB