IHSG Ditutup Turun ke 6.315, Saham AKRA, BBCA, dan ASII Melemah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03:01 WIB
IHSG Melemah 0,30 Persen ke 6.315, Saham AKRA & BBCA Bergerak Lesu [FOTO: NET].

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan hari ini, Kamis (23/7/2026), di zona merah. Sejumlah saham unggulan seperti AKRA, BBCA, hingga ASII tampak meredup pada penutupan sesi transaksi.

Mengutip data dari BEI, IHSG terkoreksi 0,30% menuju posisi 6.315,31. Sepanjang hari, pergerakan Indeks berada dalam rentang 6.306,65—6.454,31.

Dari jajaran konstituen LQ45, penurunan harga saham dipimpin oleh PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) yang tertekan 5,05% ke Rp1.410, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) merosot 3,46% ke Rp6.275, dan PT Astra International Tbk. (ASII) tergerus 2,91% menjadi Rp5.000.

Tren serupa membayangi PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) yang tergelincir 2,72% ke Rp1.965, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang terpotong 2,19% ke Rp1.790, serta PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) yang menyusut 1,90% ke posisi Rp7.725.

Berbanding terbalik, performa menguat dicatatkan oleh PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang melompat 8,93% ke Rp183, PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) terangkat 7,27% ke Rp472, dan PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) naik 5,30% ke Rp1.390.

Arah positif juga dicapai oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang merangkak 4,86% ke Rp755, PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) naik 4,03% ke Rp645, serta PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) yang menguat 3,12% ke level Rp3.310.

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda, menerangkan pasar hari ini akan lebih mencermati perkembangan konflik Iran-AS yang kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump menutup peluang negosiasi dengan Iran dan mengancam aksi militer lebih lanjut. 

Sentimen tersebut telah mendorong harga minyak Brent kembali melonjak ke sekitar level US$95 per barel, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dan tekanan inflasi global.

Sementara dari domestik, pelaku pasar disebut tengah menanti publikasi M2 Money Supply sebagai tolok ukur kondisi likuiditas perekonomian nasional.

”Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak terbatas dengan support 6.200 dan resistance 6.400. Selama mampu bertahan di atas area support, peluang konsolidasi dengan kecenderungan positif masih terbuka, meski volatilitas berpotensi meningkat seiring perkembangan sentimen global,” katanya dalam riset hariannya, Kamis (23/7/2026).

Terkini