JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengukuhkan kembali komitmennya dalam memperkokoh sektor industri nasional melalui gelaran Pertamina Peningkatan Penggunaan Produk dalam Negeri (P3DN) Summit 2026. Forum ini menjadi bukti nyata peran Pertamina sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Di samping menjaga ketahanan energi, Pertamina turut berkomitmen mendorong P3DN, membuka lebih banyak lapangan kerja, serta memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia.
Komitmen tersebut memberikan dampak ekonomi yang sangat besar. Berdasarkan hasil riset independen Universitas Indonesia (UI) tahun 2025, penerapan P3DN di lingkup Pertamina menyumbang output ekonomi nasional hingga Rp 1.388,9 triliun, berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) senilai Rp 772,9 triliun, serta mendukung penyerapan tenaga kerja hingga 4,47 juta orang.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto mengapresiasi kontribusi Pertamina dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Menurutnya, Pertamina merupakan bedrock atau tumpuan utama perekonomian Indonesia.
"Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pertamina atas kontribusi nyata ini," ujar Airlangga, Kamis (23/7/2026).
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyampaikan bahwa penyelenggaraan P3DN Summit 2026 sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita Pemerintah, khususnya pada penguatan hilirisasi, peningkatan nilai tambah industri, dan mewujudkan kemandirian ekonomi.
"Pertamina ingin menjadi lokomotif yang menggerakkan industri nasional menuju panggung global. Setiap investasi yang dilakukan harus mampu memperkuat kapasitas industri dalam negeri," ujar Simon.
Oleh karena itu, lanjut dia, setiap proyek energi tidak hanya memberikan dampak bisnis, tetapi juga menjadi fondasi bagi kemandirian ekonomi Indonesia.
Sementara itu, Direktur Logistik & Infrastruktur Pertamina Jaffee Arizon Suardin menjelaskan bahwa skala bisnis Pertamina yang terintegrasi dari hilir hingga hulu membuka peluang besar untuk mengoptimalkan penyerapan produk dan jasa domestik.
Melalui kolaborasi holding, subholding, hingga anak perusahaan, Pertamina secara konsisten memaksimalkan belanja perusahaan agar memberikan manfaat optimal bagi industri nasional.
"Pertamina hadir bukan hanya sebagai pengguna produk dalam negeri, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi pertumbuhan industri nasional. Ketika produk lokal semakin banyak terserap, industri manufaktur akan semakin berkembang, investasi meningkat, dan lapangan kerja baru tercipta," kata Jaffee.
"Inilah makna sesungguhnya dari Energizing Indonesia, tidak hanya menghadirkan energi bagi negeri, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," sambungnya.
Komitmen tersebut terlihat dari realisasi belanja produk dalam negeri Pertamina sepanjang 2025 yang menembus Rp 531,5 triliun, naik 27,95 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Porsi terbesar berasal dari belanja infrastruktur operasional dan kegiatan pemeliharaan (maintenance) senilai Rp 309,6 triliun atau sekitar 58,2 persen dari total realisasi.
Hingga Juni 2026, realisasi penyerapan belanja produk dalam negeri Pertamina telah menyentuh Rp 239,9 triliun, membuktikan konsistensi perusahaan dalam memperkuat ekosistem industri nasional.
Melalui P3DN Summit 2026, Pertamina berharap mampu mempererat sinergi antara pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pelaku industri, serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) demi mempercepat transformasi industri Indonesia agar lebih kompetitif dan sanggup bersaing di pasar internasional.