Alasan Dian Swastatika (DSSA) Suntik Modal BMT Rp8,54 Triliun

Kamis, 23 Juli 2026 | 00:51:02 WIB
DSSA Suntik Rp8,54 Triliun ke BMT untuk Perkuat Permodalan [FOTO: NET].

JAKARTA — Perusahaan emiten dari Grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), memberikan penjelasan terkait aksi korporasi yang dijalankan perseroan mengenai pengambilalihan PT Bali Media Telekomunikasi (BMT). Rangkaian transaksi ini mencakup pula suntikan modal bernilai Rp8,54 triliun kepada BMT.

Direktur DSSA David Fernando Audy bersama Daniel Cahya menerangkan bahwa perseroan merealisasikan serangkaian langkah transaksi demi memperkokoh struktur keuangan BMT seusai resmi bergabung sebagai anak perusahaan DSSA.

“BMT merupakan entitas anak perseroan dengan kepemilikan lebih dari 99% dan DSSA perlu memberi keleluasaan bagi BMT untuk berfokus pada pelaksanaan kegiatan usahanya,” kata David dan Daniel dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (22/7/2026).

Pihak manajemen menambahkan, setelah statusnya efektif, penyusunan laporan keuangan BMT secara otomatis akan dikonsolidasikan ke dalam DSSA.

Selain itu, DSSA turut menyampaikan bahwa perseroan telah menuntaskan investasi dalam skema utang konversi BMT pada 6 Juli 2026. Dengan diselesaikannya investasi dalam utang konversi tersebut, DSSA kini tidak lagi mencatatkan investasi dalam utang konversi, dan BMT pun sudah tidak mengantongi beban utang konversi.

Manajemen juga memaparkan bahwa aksi transaksi tersebut tidak mendatangkan pengaruh material terhadap laporan keuangan konsolidasian milik DSSA.

Di samping itu, DSSA membeberkan alasan terkait perbedaan nilai harga saham BMT dalam dua transaksi terpisah. DSSA menjelaskan bahwa kedua transaksi tersebut berlandaskan pada acuan yang berbeda.

 Penetapan harga Rp357 per saham merupakan cerminan nilai wajar pada skema transaksi jual beli saham, sementara angka Rp1.000 per saham adalah nilai nominal saham yang mengacu pada Anggaran Dasar BMT untuk kepentingan peningkatan modal.

Suntikan tambahan modal itu dieksekusi seusai DSSA menguasai porsi saham BMT di atas 99% lewat penerbitan 8.539.999.121 lembar saham baru.

DSSA mengonfirmasi seluruh dana segar hasil penambahan modal senilai Rp8,54 triliun tersebut dialokasikan sepenuhnya untuk memperkokoh struktur permodalan BMT, memperbesar kapasitas pendanaan, serta menjaga keluwesan atau fleksibilitas keuangan perusahaan. 

DSSA turut menegaskan bahwa dana itu sama sekali tidak disalurkan kepada unit anak usaha lain, perusahaan asosiasi, maupun pihak ketiga.

Lebih lanjut, DSSA menekankan kembali bahwa keseluruhan proses transaksi ini tidak mengubah skema perlakuan akuntansi ataupun memberikan dampak pada laporan keuangan konsolidasian perseroan.

Terkini