XLSMART (EXCL) Bersiap Kembalikan Spektrum Frekuensi 900 MHz

Kamis, 23 Juli 2026 | 00:59:01 WIB
XLSMART Persiapkan Pengembalian Frekuensi 900 MHz ke Komdigi [FOTO: NET].

JAKARTA — PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (XLSmart) mengonfirmasi tengah melakukan serangkaian persiapan untuk mengembalikan alokasi spektrum 900 MHz dan bakal menghentikan penggunaan pita frekuensi tersebut sesuai tenggat yang ditetapkan pemerintah.

Langkah ini sejalan dengan agenda Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang berencana melelang ulang pita frekuensi 900 MHz pada tahun ini.

Head of External Communications XLSmart Henry Wijayanto menegaskan bahwa perseroan berkomitmen penuh untuk mematuhi batas waktu penyerahan kembali spektrum tersebut.

“Terkait spektrum 900 MHz, saat ini masih dalam persiapan tidak menggunakan lagi spektrum tersebut hingga batas akhir pengembalian di bulan Desember 2026 mendatang,” kata Henry, Rabu (22/7/2026).

Direktur ICT Institute Heru Sutadi menilai langkah pelelangan ulang pita 900 MHz merupakan kebijakan tepat jika berfokus pada pengoptimalan penggunaan spektrum sebagai sumber daya publik yang terbatas. Meski demikian, efektivitasnya sangat tergantung pada skema lelang serta pemenang alokasi tersebut.

Menurut Heru, jika lelang mampu melahirkan pemerataan distribusi spektrum yang lebih seimbang, kualitas jaringan beserta efisiensi layanan akan meningkat pesat.

“Sebaliknya, jika hanya mengubah kepemilikan tanpa mendorong pembangunan jaringan dan inovasi layanan, dampaknya bagi masyarakat akan terbatas,” kata Heru saat dihubungi Bisnis, Rabu (22/7/2026).

Heru menekankan bahwa poin krusialnya bukan sekadar siapa yang memenangi lelang, melainkan seberapa cepat frekuensi tersebut direalisasikan untuk mendongkrak kualitas layanan masyarakat.

Ia menilai pita 900 MHz masih bernilai strategis karena sangat andal untuk memperluas jangkauan sinyal, terutama di area pelosok dan dalam gedung. Namun, untuk mengakselerasi adopsi 5G, pemerintah diimbau segera menyediakan frekuensi 3,5 GHz yang secara global merupakan pita utama 5G.

“Jadi, keduanya tidak saling menggantikan,” imbuhnya.

Ia menguraikan bahwa pita 900 MHz berguna memperkuat efisiensi dan keandalan jaringan yang ada, sedangkan pita 3,5 GHz berfungsi sebagai pondasi kapasitas layanan 5G di masa mendatang. 

Oleh sebab itu, pemerintah memerlukan peta jalan (roadmap) spektrum yang terang demi keberlanjutan industri telekomunikasi.

Heru juga menekankan bahwa tata kelola frekuensi ke depan tidak bisa lagi dijalankan secara parsial. Indonesia membutuhkan peta jalan spektrum jangka panjang hingga era 6G agar para pelaku industri memperoleh kepastian iklim investasi.

“Dengan demikian, setiap pelelangan frekuensi menjadi bagian dari strategi nasional, bukan sekadar memenuhi kebutuhan jangka pendek atau meningkatkan penerimaan negara,” kata Heru.

Di kesempatan terpisah, Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Sarwoto Atmosutarno menjelaskan bahwa karakteristik pita 700 MHz dan 900 MHz sangat ideal untuk memperluas jangkauan BTS hingga radius 5–20 kilometer, sehingga sangat efisien untuk melayani kawasan terpencil yang memiliki potensi pasar. 

Selain itu, kedua pita frekuensi ini bersifat netral teknologi sehingga fleksibel dipakai untuk jaringan 3G, 4G, maupun 5G.

“Komplementer terhadap alokasi frekuensi yang dimiliki operator yang ada,” kata Sarwoto.

Ia menambahkan, karena pita 900 MHz serta beberapa rentang frekuensi lainnya bersifat netral teknologi, opsi spektrum bagi para operator menjadi kian beragam dan dinamis mengikuti segmen pasar sasaran.

“Kuncinya ada pada kematangan ekosistem vendor dan perangkatnya apakah cukup responsif terhadap harga dan deliverynya apabila telco sudah menetapkan target market berbasis use casesnya FBB, MBB atau machine type communicationnya,” kata Sarwoto.

Sebelumnya, Komdigi telah menuntaskan lelang frekuensi pada pita 700 MHz dan 2,6 GHz. Di pita 700 MHz, XLSMART mendapat porsi alokasi terbesar yakni 2x15 MHz dengan nilai penawaran Rp1,06 triliun.

 Telkomsel mengamankan blok 2x10 MHz senilai Rp642,5 miliar, sementara Indosat memperoleh blok 2x10 MHz sebesar Rp507,48 miliar.

Sementara di pita 2,6 GHz, Telkomsel meraih porsi alokasi terbanyak sebesar 80 MHz dengan nilai penawaran Rp545,84 miliar. Indosat mengantongi 60 MHz senilai Rp372 miliar, dan XLSMART memperoleh alokasi 50 MHz dengan penawaran senilai Rp231,6 miliar.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan bahwa usai pelelangan pita 700 MHz dan 2,6 GHz selesai, pemerintah akan mematangkan pemanfaatan pita 900 MHz. Komdigi menargetkan proses lelang spektrum tersebut dapat digulirkan pada akhir tahun ini.

“Mudah-mudahan bisa di akhir tahun ini untuk [lelang] yang 900 Mhz,” kata Meutya dalam Konferensi Pers Hasil Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 700 MHz dan 2,6 GHz di Kantor Komdigi, Selasa (21/7/2026).

Terkini