JAKARTA - Satuan Marinir TNI AL bersama prajurit asal Amerika Serikat (AS), Malaysia serta Sri Lanka tuntas melaksanakan latihan tempur lewat simulasi mempertahankan desa dan melindungi penduduk dari gempuran musuh.
Rangkaian simulasi latihan tempur tersebut dilaksanakan pada agenda puncak Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026 bertempat di Pulau Griffon, MOUT 1, Marine Corps Training Area Bellows (MCTAB), Hawaii, pada hari Sabtu (25/7/2026).
Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir TNI AL, Kolonel (Mar) Rana Karyana, hari Senin, memaparkan bahwa agenda ini diselenggarakan guna mengasah ketajaman daya gedor korps Marinir TNI AL dalam mempertahankan teritori sekaligus melancarkan serangan terhadap musuh.
Rana memaparkan bahwa di dalam simulasi ini, pasukan gabungan berhadapan dengan kelompok musuh fiktif bernama Draco yang berniat menguasai sebuah perkampungan.
Selanjutnya, pihak Rana menyebutkan bahwa satuan gabungan tersebut langsung membagi peran pertahanan wilayah mulai dari melindungi penduduk sipil, mengevakuasi korban luka, hingga melancarkan serangan balasan ke arah musuh.
"Di tengah kontak senjata yang intens, prajurit Marinir Indonesia bergerak cepat mengevakuasi warga sipil yang menjadi korban ledakan dan tembakan ke lokasi yang aman," jelas Rana.
Selepas personel Marinir TNI AL sukses mengevakuasi penduduk sipil, situasi di perkampungan tersebut berangsur-angsur terkendali.
"Setelah situasi di desa berhasil diamankan, operasi dilanjutkan oleh unsur gabungan personel dari Fiji, Korea Selatan, dan Meksiko untuk melakukan serbuan ke Pos Komando Taktis Draco," jelas Rana.
Ia menyampaikan bahwa seluruh tahapan simulasi terlaksana dengan baik serta terkendali. Rana menaruh harapan agar lewat latihan ini, kecakapan personel Marinir TNI AL dalam menghalau gempuran musuh serta melindungi warga sipil kian meningkat.
RIMPAC tercatat sebagai latihan maritim gabungan berskala global terbesar yang melibatkan 31 negara, serta mengerahkan sekitar 30.000 personel, 28 kapal perang, lima kapal selam, 30 armada pesawat tempur, dan 20 satuan unsur pasukan darat (Land Force).
Agenda latihan yang dihelat di Hawaii terhitung sejak tanggal 24 Juni sampai dengan 31 Juli ini mempunyai misi memperkuat interoperabilitas, meningkatkan profesionalisme, serta memperkokoh kemitraan pertahanan laut guna merespons berbagai problematika keamanan di lingkup regional maupun internasional.